Pemilik akun Twitter disarankan ganti password

Pemilik akun Twitter disarankan ganti password

Pemilik akun Twitter disarankan ganti password

Diperbaharui 3 February 2013, 13:38 AEDT

Menyusul serangan terhadap Twitter dengan dibobolnya 250.000 password pemilik akun Twiter, pihak Twitter menyarankan untuk mengganti password

Direktur pengamanan informasi Twitter Bob Lord menyatakan pembobolan terhadap Twitter tampaknya sama dengan apa yang dialami media Amerika baru-baru ini termasuk diantaranya New York Times dan Wall Street Journal. 

"Serangan ini bukan kerja amatiran, dan tidak hanya menimpa Twitter saja," kata Lord dalam post terbarunya di blognya. 

"Pembobolan pada jaring pengamanan internet dalam jumlah besar ini  ditargetkan pada perusahaan media dan teknologi Amerika," tambah Lord dimana Twitter mendeteksi sejumlah upaya untuk mendapatkan ijin masuk jaringan data Twitter. 

Salah seorang pemilik akun Twitter yang menjadi korban adalah wartawan teknologi BBC Rory Cellan Jones.

"Saya mendapat beberapa email dari Twitter yang meminta untuk mengganti password,"kata Jones.

"Kemudian saya membaca sebuah blog yang menyatakan bahwa mereka telah mendeteksi patern yang tidak biasa, yakni upaya yang tidak sah untuk mendapatkan akses pemilik akun Twitter."

"Dikatakan para penyerang Twitter kemungkinan sudah mengakses password sektiar 250.000 pemilik akun Twitter. "

"Karena itu mereka menyarankan kepada pemilik akun Twitter untuk mengganti passwordnya."

"Mereka juga menyarankan kepada setiap orang untuk berhati-hati dalam mengganti passwordnya di Twitter."

Harian New York Times dan Wall Stree Journal menyatakan serangan-serangan yang ditujukan pada sistem mereka menunjuk pelakunya dari China. 

Sebagai upaya pencegahan, Twitter membatalkan akun pengguna Twitter dan mengirim email dengan pesan untuk membuat password baru.

Namun hingga kini Twitter belum mengkonfirmasikan sumber dari serangan tersebut. 

"Pembobolan jaringan keamanan Twitter kembali membangunkan kita, apakah kita sudah punya sistem pengaman yang memadai?" kata Mike Lloyd, Pemimpin perusahaan keamanan RedSeal Network. 

"Penyerang Twitter adalah jelas mampu bergerak satu langkah ke depan dibandingkan perusahaan-perusahaan yang telah dibobol, ini adalah sebuah perang antara perusahaan dan para maling data."