Janji pabrik kertas dan pulp APP tidak dipercaya

Janji pabrik kertas dan pulp APP tidak dipercaya

Janji pabrik kertas dan pulp APP tidak dipercaya

Diperbaharui 6 February 2013, 17:52 AEST

Aktivis lingkungan di Indonesia tidak percaya dengan janji pabrik pulp dan kertas APP yang menyatakan tidak akan lagi menebang hutan hujan alami. 

Asia Pulp and Paper (APP) yang mempunyai kapasitas produksi 9 juta ton pertahun dan menjual produknya ke 65 negara, termasuk Australia, berjanji tidak akan lagi menebang hutan hujan alami. 

Dalam pernyataannya APP mengatakan mulai  '1 Februari, semua pemasok kayu APP akan menghentikan penebangan hutan primer'. Mereka juga menyatakan telah melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan yang punya nilai konservasi tinggi. 

APP yang merupakan perusahaan kertas dan pulp terbesar ke-tiga di dunia menyatakan akan menggunakan bahan baku kayu dari perkebunan kayu sendiri dan menanam kembali hutan yang ditebang. APP juga berjanji akan melindungi wilayah yang mempunyai nilai konservasi tinggi termasuk diantaranya lahan gambut.

"APP berkomitmen untuk menghentikan penebangan pada hutan primer," kata Aida Greenbury kepala divisi Kesinambungan APP kepada kantor berita AFP.

"Kami hanya memperluas operasi kami pada lahan terbuka serta semak belukar." 

Namun demikian WWF menuding APP masih melakukan penebangan di hutan yang dilindungi sehingga mengancam kehidupan spesies langka termasuk di antaranya harimau Sumatera. 

"Pabrik APP tidak menepati janjinya seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, termasuk perjanjian dengan WWF yang ditanda-tangani tahun 2003 lalu untuk melindungi kawasan hutan yang punya nilai konservasi tinggi selama jangka waktu 12 tahun," ujar Aditya Bayunanda. 

Bayunanda mengatakan, "Pernyataan APP sejatinya adalah sebuah langkah besar, dan bila mereka serius dengan komitmennya, para aktivis lingkungan justru akan menghargai langkah mereka."

Namun menurut Bayunanda, APP punya catatan buruk dalam hal menepati janjinya. 

"Sudah beberapa kali APP berjanji akan 100 % menghentikan penebangan hutan primer. Mereka punya jadwal untuk tidak melakukan penebangan tahun 2004, namun mereka tidak menepati janji tersebut.  Kemudian berjanji tahun 2007, tidak juga dilakukan. Dan pada tahun 2009 hal itu juga tidak dilakukan. Jadi kami punya catatan bahwa APP tidak menepati janjinya," ujar Bayunanda. 

APP sudah menunjuk kelompok independen Forest Trust untuk memonitor perkembangan komitmen yang dilakukan oleh APP. 

Lagi-lagi Bayunanda menyatakan kelompok independen Forest Trust sebenarnya tidak sepenuhnya independen.

"Kami hanya percaya kepada pihak ketiga yang independen sebab Forest Trust hanya bertindak semacam konsultan yang dikontrak oleh APP," kata Bayunanda.