Persidangan kasus perkosaan beramai-ramai di New Delhi dibuka

Persidangan kasus perkosaan beramai-ramai di New Delhi dibuka

Persidangan kasus perkosaan beramai-ramai di New Delhi dibuka

Diperbaharui 6 February 2013, 8:38 AEDT

Kawan korban perkosaan hadir di persidangan dengan menggunakan kursi roda untuk menjadi saksi kunci dalam pembukaan sidang kasus perkosaan beramai-ramai yang melibatkan lima tersangka sehingga menewaskan korban. 

Saksi yang berusia 28 tahun itu membenarkan bahwa bus berwarna putih adalah kendaraan yang digunakan para tersangka untuk melakukan perkosaan pada tanggal 16 Desember tahun lalu. Hal itu juga dibenarkan oleh ayahnya kepada kantor berita AFP. 

"Benar, anak saya dapat mengidentifikasi bus tersebut. Pemeriksaan silang dengan saksi akan dimulai sekarang," kata ayah sang saksi mata. Nama anaknya tidak bisa diungkapkan karena alasan hukum. 

Hakim pengadilan melarang semua pemberitaan dilakukan di dalam persidangan dan melarang pengacara tersangka berbicara dengan wartawan. 

Setelah saksi dihadirkan untuk melihat bus, saksi kemudian kembali ke ruang pengadilan dimana dilakukan pemeriksaan silang dengan para pengacara lima tersangka. 

Kesemuanya menyangkal telah melakukan pembunuhan, perkosaan dan perampokan seperti yang dituntut oleh jaksa. 

Tersangka ke-enam disidang dalam pengadilan terpisah yakni pengadilan anak-anak karena masih di bawah umur. 

Pihak kepolisian menyatakan para pria tersebut mengundang sang korban untuk menumpang bus, dan kemudian memperkosa berulang-kali sebelum menganiaya sang korban menggunakan batang besi dan kemudian melempar korban ke jalan saat bus melaju dengan kecepatan tinggi. 

Korban meninggal dua minggu kemudian karena luka-luka yang dialaminya. 

Kematian korban menyulut kemarahan masyarakat sehingga membuat pemerintah menyetujui undang-undang dengan terburu-buru untuk memberi hukuman berat kepada pelaku kejahatan seksusal termasuk di antaranya hukuman mati. 

Pihak Jaksa menyatakan mempunyai sejumlah bukti kuat, termasuk di antaranya sample DNA, darah korban yang menempel di baju pelaku, data dari telepon pintar dan keterangan saksi mata. 

Pledoi dipastikan akan menyatakan bahwa bukti-bukti yang disajikan sengaja dibuat-buat. 

Pengadilan terhadap ke-lima tersangka merupakan pengadilan jalur cepat menyusul tekanan publik terhadap pemerintah dengan harapan dapat memberi rasa keadilan dengan cepat dimana dalam banyak kasus acapkali proses hukum bisa berlangsung bertahun-tahun.