Warga Australia terlibat dalam peledakan di Bulgaria

Warga Australia terlibat dalam peledakan di Bulgaria

Warga Australia terlibat dalam peledakan di Bulgaria

Diperbaharui 6 February 2013, 11:54 AEST

Setelah enam bulan melakukan investigasi, Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov menyatakan seorang pria dengan passport Australia serta seorang warga Kanada terkait dengan gerakan Hisbullah, mereka diduga terlibat dalam serangan bom pada sebuah bus di Bulgaria tahun lalu. 

Ia menyakini bahwa serangan bom itu terencana, dibiayai dan dilakukan oleh kelompok militan Hisbullah Lebanon. 

"Ini adalah asumsi yang beralasan, dua orang itu sudah kami identifikasi bagian dari sayap Hibullah," kata Tsvetanov. 
 
Bom yang diledakkan pada sebuah bus di pantai Laut Hitam itu menewaskan lima turis warga Israel, sopir bus dan juga pelaku bom bunuh diri. 
 
Kementrian Dalam Negeri Bulgaria menyatakan dua operator Hisbullah tersebut telah tinggal di Lebanon sejak tahun 2006 hingga 2010. Mereka menggunakan passport Kanada dan Australia untuk masuk Bulgaria dan segera melarikan diri setelah peledakan. 
 
Diduga kedua orang tersebut menemani pelaku bom bunuh diri sebelum pelaku meledakkan bus.
 
Namun demikian sejauh ini Kementrian Dalam Negeri Bulgaria tidak menyebut Iran, sekutu dan pendukung Hisbullah terdekat terkait dalam peristiwa ini.  
 
Israel dengan cepat menuding keterlibatan Iran sesaat setelah peristiwa peledakan bom di Bulgaria, namun Teheran menyangkal terlibat dalam peledakan itu. 
 
Sementara itu polisi Federal Australia atau AFP membenarkan bahwa mereka membantu pemerintah Bulgaria dalam melakukan penyelidikan. 
 
Menteri Keimigrasian dan Warganegara Australia, Brendon O'Connor sudah menginformasikan kepada jajaran kabinet mengenai keterlibatan warga Australia.
 
" Ini benar-benar insiden yang tragis, benar-benar persoalan serius. Kami tentu akan bekerja dengan pemerintah lain serta lembaga terkait untuk bekerja membantu apa yang bisa kita lakukan,"