Hakim Cile perintahkan penggalian kuburan penulis Neruda

Hakim Cile perintahkan penggalian kuburan penulis Neruda

Hakim Cile perintahkan penggalian kuburan penulis Neruda

Terbit 10 February 2013, 11:53 AEST

Seorang hakim di Cile memerintahkan penggalian kuburan dan penyelidikan atas jenazah Pablo Neruda untuk menentukan apakah dia terbunuh kanker atau oleh agen yang bertugas di bawah diktator Augusto Pinochet.

Penulis puisi bersayap kiri tersebut meninggal 12 hari setelah kudeta militer tahun 1973, yang menggulingkan presiden sosialis Salvador Allende, dan dipercayai meninggal karena kanker prostat.

Pada tahun 2011, penyelidikan mulai dilakukan untuk melihat kemungkinan apakah Neruda diracun, seperti dikatakan oleh supir dan ajudannya.

Pablo Neruda diketahui atas puisi-puisi cintanya dan juga untuk Canto General, sebuah puisi epik tentang sejarah Amerika Selatan.

Neruda aktif sebagai anggota senior Partai Komunis Cile, dan tulisan-tulisannya dilarang oleh pemerintahan militer diktator Pinochet, yang berakhir pada tahun 1990.

Tanggal penggalian kuburan akan ditentukan pada bulan Maret.

Neruda, yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra, dikubur di sebelah kuburan istrinya, Matilde Urrutia di Isla Negra, 120 kilometer dari ibu kota Santiago.

Pablo Neruda Foundation mengatakan mendengar beberapa hari lalu mengenai keputusan hakim Maro Carroza untuk memerintahkan penggalian kuburan Neruda.

Penyelidikan dimulai setelah sebuah aduan dari Partai Komunis Cile, ketika supir Neruda, Manuel Araya, mengatakan secara terbuka bahwa agen yang bekerja untuk Pinochet meracuni Neruda ketika dia berada di rumah sakit karena kanker.

Araya, yang kini berusia 65 tahun, mengatakan Neruda sedang berada di rumahnya di Isla Negra dan kemudian dibawa ke klinik di Santiago ketika kondisinya melemah.

Di klinik itulah, menurut klaim Araya, agen rejim memberinya injeksi mematikan. 

Menurut Araya, Pinochet memerintahkan pembunuhan atas Neruda untuk mencegahnya pergi ke Meksiko di mana dia bisa memimpin perlawanan atas Pinochet.

"Selama bertahun-tahun, saya mengetuk pintu-pintu tapi tidak ada yang mendengarkan saya," kata Araya.

"Saya selalu mengira saya akan mati membawa rahasia ini."

Pablo Neruda Foundation menolak tuduhan pembunuhan tersebut, dan berharap penggalian kuburan akan dilakukan "dengan hati-hati dan rasa hormat sebesar-besarnya".

Saat ini penyelidikan juga dilakukan atas kematian mantan presiden, Eduardo Frei, yang terjadi di dalam masa rejim Pinochet.

Frei, yang menjadi presiden pada tahun 1964 sampai 1970, meninggal pada tahun 1982 di rumah sakit yang sama dengan tempat Neruda meninggal dunia ketika komplikasi terjadi dalam sebuah operasi rutin.

AFP