Lukisan agung karya Delacroix dirusak seorang perempuan

Lukisan agung karya Delacroix dirusak seorang perempuan

Lukisan agung karya Delacroix dirusak seorang perempuan

Terbit 10 February 2013, 8:26 AEDT

Salah satu lukisan paling penting dalam sejarah Perancis yang disimpan di cabang baru museum Louvre dirusak.

Lukisan 'Kemerdekaan Memimpin Rakyat' (Liberty Leading the People) sedang dipamerkan di kota Lens, Perancis Utara, ketika seorang perempuan berusia 28 tahun dicurigai menggunakan spidol hitam untuk mencoreng lukisan tersebut.

Perempuan tersebut kemudian ditahan oleh petugas keamanan, yang dibantu seorang pengunjung museum, dan sekarang berada dalam tahanan.

"Kami berpikir untuk membawanya ke rumah sakit jiwa sesegera mungkin karena psikiater yang ditugaskan pihak penuntut memberi konklusi bahwa perempuan ini tidak memiliki tanggung jawab secara kriminal," kata jaksa penuntut di kota tersebut, Philippe Peyroux. 

Perempuan itu bisa menghadapi tujuh tahun di penjara dan denda 135,000 ribu dolar kalau menerima dakwaan kriminal atas perusakan objek budaya.

Pihak kejaksaan tidak merilis identitas perempuan tersebut, tapi mengatakan dia adalah seorang pengangguran yang memiliki gelar S2 dan tidak memiliki catatan kriminal.

Tulisan yang dibuat oleh perempuan tersebut berbunyi "AE911".

'Architects & Engineers for 9/11 Truth (AE911Truth)' adalah kelompok teori konspirasi yang percaya World Trade Centre di New York hancur karena peledakan terkontrol setelah serangan yang terjadi pada 11 September 2001.

Museum Louvre mengatakan lukisan terkenal tersebut tidak mengalami kerusakan berat dan ahli telah dipanggil untuk "menghapus total" coretan spidol sepanjang sekitar 30 sentimeter tersebut.

Sedangkan pendiri kelompok AE911Truth dari Amerika Serikat, Richard Gage, mengatakan: "Saya kaget dan merasa terkejut setelah mendengar aksi vandalisme yang tidak masuk akal ini."

"Saya benar-benar berharap orang yang terganggu jiwanya ini tidak berhubungan sama sekali dengan sejumlah sukarelawan kami di Perancis."

Lukisan oleh Delacroix tersebut merayakan Revolusi Perancis pada Juli 1830.

Lukisan itu menggambarkan seorang perempuan telanjang dada yang melambangkan Kemerdekaan, yang memimpin orang-orang yang berjalan menuju para korban perang, sambil memegang bendera Perancis di satu tangan dan senapan bayonet di tangan lainnya. 

Museum Louvre membuka cabang baru-baru ini di Lens -sebuah kota yang dulu dibuka karena pertambangan dan kini menghadapi masalah pengangguran yang tinggi, pada bulan Desember dalam usaha meningkatkan pariwisata di wilayah tersebut. 

Petugas resmi mengatakan akan memperkuat keamanan di cabang tersebut setelah kejadian ini.

AFP