Mantan menteri kritik perjanjian pencari suaka Australia-NZ

Mantan menteri kritik perjanjian pencari suaka Australia-NZ

Mantan menteri kritik perjanjian pencari suaka Australia-NZ

Terbit 11 February 2013, 14:14 AEST

Seorang mantan Menteri Immigrasi Selandia Baru mengeritik pemerintahnya karena setuju untuk ikut dalam solusi regional Australia bagi masalah pencari suaka.

Mantan menteri Selandia Baru, Anthony "Aussie" Malcolm, mengeritik pemerintahnya  karena setuju untuk ikut dalam solusi regional Australia bagi masalah pencari suaka.

Minggu lalu Perdana Menteri Selandia Baru, John Key, setuju untuk memukimkan kembali 150 orang pencari suaka yang ditahan di tempat detensi immigrasi Australia di Nauru dan pulau Manus, Papua New Guinea (PNG).

Kata Malcolm, Australia menyalahi kewajiban-kewajiban internasionalnya, dan sekarang Selandia Baru menjadi bagian dari masalah itu.

"Entah kenapa, Australia menjadi ngaco di jaman Howard dan tidak pernah membaik lagi setelah itu," katanya kepada Radio Australia.

"Dan Australia melilit diri dengan berbagai argumentasi aneh, tentang orang-orang yang lompat antrian, yang tidaklah benar ..  mengenai detensi massal perempuan dan anak-anak, memenjarakan orang, melanggar konvensi internasional. 

"Dan sekarang tragisnya mereka telah menyedot Selandia Baru masuk dalam kekacauan itu."

Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengumumkan kesepakatan dengan Perdana Menteri Key setelah pembicaraan pemimpin di Queenstown, Selandia Baru.

Kata Gillard, persetujuan itu bisa berlaku pada pencari suaka yang sekarang ditahan di pusat-pusat pemrosesan di Pulau Manus atau Nauru. 

Memilih 150 pencari suaka

 

"Tujuannya disini adalah memulainya di tahun 2014 dan terus berlanjut," kata Gillard. 

"Ke-150 orang itu bisa diambil dari orang-orang yang ada di Australia sekarang, dan kami ingin bekerjasama dengan PNG dan Nauru jadi mungkin pula sebagian dari 150 orang itu berasa dari mereka yang diproses di PNG dan Nauru."

Kata Perdana Menteri Key, Selandia Baru tidak akan menambah kuota pencari suaka yang diterimanya dari 750 orang setahun sekarang ini, tapi jumlah itu sekarang akan termasuk mereka yang berasal dari Australia.

"Australia menghadapi tantangan besar berdatangannya orang-orang ilegal lewat laut dan berada di garis depan upaya untuk menumpas penyelundupan manusia di kawasan," kata Key.

"Dalam rangka dukungan kami bagi pendekatan regional, Selandia Baru akan memukimkan kembali 150 pengungsi sejati setiap tahunnya dari sistem di Australia ... sebagai bagian dari 750 orang pengungsi yang setiap tahun kami terima. 

"Jadi itu bukannya penambahan jumlah pengungsi yang diterima Selandia Baru, melainkan cara lain asal lokasi pengungsi tersebut. "

NZ refugee deal 'accommodating the boats' Video: NZ refugee deal 'accommodating the boats' (ABC News)

 

Akan tetapi jurubicara oposisi Australia bidang immigrasi, Scott Morrison, menyangsikannya.

"Apa yang seharusnya dibicarakan adalah bagaimana Selandia Baru dan Australia bisa bekerjasama, lewat proses Bali, untuk meningkatkan cara penangkal yang natural."

Katanya, mestinya pembicaraan itu difokuskan pada hal-hal seperti melatih petugas immigrasi dan bea cukai, teknologi perlindungan perbatasan dan patrolo perbatasan regional yang lebih baik.