Bandar judi memperkirakan tiga calon Kardinal bersaing menjadi Paus

Bandar judi memperkirakan tiga calon Kardinal bersaing menjadi Paus

Bandar judi memperkirakan tiga calon Kardinal bersaing menjadi Paus

Diperbaharui 12 February 2013, 14:13 AEST

Kardinal dari Nigeria, Kanada dan Ghana menjadi favorit para bandar judi untuk menjadi calon Paus dalam pemilihan Paus mendatang.

Para bandar judi di Inggris dan Irlandia menempatkan Kardinal Nigeria Francis Arinze, Peter Turkson dari Ghana dan Kardinal Kanada Marc Quellet sebagai favorit kemungkinan menjadi Paus yang akan memimpin Gereja Roma Katolik  menyusul pengumuman pengunduran diri Paus Benedict yang mengagetkan banyak orang.

William Hill, bandar jud terbesar di Inggirs, menawarkan peluang 3-1 terhadap Kardinal Arinze, atau kemungkinan terpilih sebesar 25 persen, sementara Kardinal Quellet dan Turkson dihargai dengan peluang 7-2.

Senada dengan hal itu, bandar judi Irlandia Paddy Power juga menempatkan tiga Kardinal tersebut sebagai calon yang mempunyai peluang besar akan tetapi menempatkan Kardinal Quellet dalam urutan pertama membawahi dua Kardinal asal Afrika.

Bandar judi Inggris Ladbrokes menjadikan Kardinal Peter Turkson dari Ghana sebagai calon unggulan.

"Saya sudah membuat tarohan pada pemilihan Paus dan Uskup Agung Canterbury sejak lama," ujar juru-bicara bandar judi Willliam Hill,  Graham Sharpe. Ia menolak tarohan judi pencalonan Paus sebagai bentuk penghinaan terhadap Tuhan. 

"Ini adalah untuk pertama-kalinya tarohan pemilihan Paus dengan menggunakan tarohan lewat internet," Sharpe menambahkan. Ia membenarkan pertumbuhan judi online membuat pasar judi lebih hidup.

"Tarohan pemilihan Paus memang tidak akan bersaing dengan Liga Champions sepakbola , akan tetapi  melihat perputaran uang yang dihasilkan layak dipertarohkan."

Kardinal Arinze and Paus Benedict, yang sebelumnya adalah Kardinal Joseph Ratzinger, nama keduanya masuk dalam taruhan favorit judi pada tahun 2005 lalu dimana kemudian Kardinal Joseph Ratzinger asal Jerman terpilih menjadi Paus menggantikan Pausl John Paul II, tambah Sharpe.