Mari Pangestu yakin mampu duduki posisi teratas WTO

Mari Pangestu yakin mampu duduki posisi teratas WTO

Mari Pangestu yakin mampu duduki posisi teratas WTO

Diperbaharui 13 February 2013, 11:50 AEST

Kandidat direktur jenderal World Trade Organisation, Mari Pangestu, mengatakan pengalamannya menangani perdagangan di negara berkembang memberinya pengalaman berharga untuk menjalankan peran tersebut.

Sembilan orang kini melakukan proses lobi untuk menjadi Direktur Jenderal badan organisasi puncak dunia tersebut untuk menggantikan Pascal Lamy dari Perancis yang telah menduduki posisi teratas itu sejak tahun 2005. 

Direktur Jenderal yang baru akan bertanggung jawab atas 158 negara anggota WTO tersebut diperkirakan akan diumumkan namanya pada akhir Mei.

Mari Elka Pangestu, yang merupakan mantan menteri perdagangan Indonesia, mengatakan kepada program Newsline bahwa pengalamannya dalam menggunakan perdagangan untuk mendorong perkembangan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan menunjukkan dia memiliki kemampuan yang tepat untuk memimpin WTO.

"Selama dekade terakhir kami juga telah ingin memainkan peranan kami dalam membuat pemerintahan global yang lebih baik," katanya.

"Kami ingin memastikan sistem perdagangan yang terbuka, adil, seimbang, dan transparan." 

A new boss for the World Trade Organisation Video: 9 orang menjadi kandidat Direktur Jenderal World Trade Organisation (Newsline)

 

Dirjen WTO yang baru nanti akan menghadapi tantangan besar di dalam memutuskan apa yang perlu dilakukan untuk Perputaran Doha mengenai liberalisasi perdagangan yang masih belum menghasilkan kesimpulan akhir setelah bertahun-tahun. 

Melalui pencalonan ini, Indonesia menyerukan kemampuannya untuk memiliki peran dalam perdagangan internasional, tapi di saat yang bersamaan sedang menghadapi tuduhan melakukan perlindungan berlebihan atas petani lokal.

Amerika Serikat telah memulai proses konsultasi melalui WTO mengenai peraturan lisensi perdagangan makanan segar di Indonesia yang dianggap kompleks dan tidak jelas.