Politisi asal Belanda, Wilders akan kampanye anti Islam di Australia

Politisi asal Belanda, Wilders akan kampanye anti Islam di Australia

Politisi asal Belanda, Wilders akan kampanye anti Islam di Australia

Diperbaharui 14 February 2013, 13:27 AEDT

Politisi asal Belanda Geert Wilders kerap menyerang dan mengkritik Islam. Rencananya ia akan berkunjung ke Australia. Australia sendiri memiliki sikap sendiri menghadapi politisi yang sering menyinggung suku, ras, dan agama (SARA) ini.

Kepada program televisi ABC, Lateline, Wilders mengatakan Islam dan kebebasan tidak bisa berjalan bersama-sama.

Karenanya, ia bersikeras ingin menghentikan umat Muslim untuk bermigrasi ke negara-negara barat.

Wilders juga mengaku kunjungannya ke Australia adalah bagian dari misinya untuk menjaga kebebasan negara barat dari migrasi umat Muslim, termasuk negara Australia.

"Dalam beberapa dekade terakhir, tatanan sosial kita telah berubag dengan masuknya Muslim. Keadaan ini bahkan semakin buruk. Mereka yang bukan berasal dari negara barat, dalam hal ini Muslim, seringkali terlibat dalam kejahatan. Mereka juga ketergantungan dengan bantuan sosial," jelasnya.

"Jalanan kita dipenuhi dengan wanita berkerudung dan cadar, itu tidak bisa diterima lagi, semakin parah."

Namun, Jaksa Agung Australia, Mark Dreyfus mengatakan tidak ada tempat di Australia bagi Geert Wilders dengan komentarnya yang kerap berbau SARA.

Dreyfus berharap warga Australia mengutuk pandangan Wilders soal Islam, karena dianggapnya tidak menghargai perbedaan budaya dan perdamaian yang sudah dimiliki Australia.

Wilders akan berkunjung ke Australia pekan depan untuk berbicara soal sikap politiknya yang anti Islam.