Pistorius terpukul saat dakwaan pembunuhan dibacakan

Pistorius terpukul saat dakwaan pembunuhan dibacakan

Pistorius terpukul saat dakwaan pembunuhan dibacakan

Diperbaharui 16 February 2013, 12:18 AEDT

Seorang atlit penyandang cacat Afrika Selatan, Oscar Pistorius, tampak terpukul saat jaksa mengajukan tuntutan sebagai tersangka pelaku pembunuhan secara berencana yakni dengan menembak pacarnya.

Jaksa Penuntut Umum Afrika Selatan menilai bintang  Olmpiade Oscar Pistorius bersalah karena melakukan pembunuhan berencana terhadap Reeva Steenkamp, pacarnya. Bila terbukti bersalah ia harus menjalani hukuman seumur hidup.

Pistorius, dikenal sebagai "Blade Runner" karena menggunakan alat bantu prostetik untuk berlari. Ia menghadapi tuduhan membunuh Steenkamp, pacarnya yang juga seorang model berusia 29 tahun pada hari Kamis dini hari.

Hakim pengadilan Desmond Nair mengurai tuntutan Jaksa dan mengumumkan sidang tahanan luar dengan jaminan atau bail ditunda hingga Selasa depan. Ini dimaksudkan pengacara Pistorius punya cukup waktu untuk menyiapkan pembelaannya.

Media memberitakan Pistorius menembak Steenkamp sebanyak empat kali di pintu kamar mandi di rumah Pistorius, memukul kepada dan tangannya.

Polisi menolak sejumlah laporan yang menyatakan Pistorius mengira pacarnya adalah pencuri yang akan masuk ke rumah, karena itu polisi menolak  permohonan tahanan luar dengan jaminan.

Suasana cukup tegang di Pengadilan Negeri Pretoria, ketika keluarga berdesak-desakan hingga harus bertengkar dengan pengunjung sidang untuk masuk ke ruang sidang.

Pistorius duduk membungkuk, ia kemudian menangis dengan keras ketika hakim Nair mempertimbangkan apakah persidangan bisa disiarkan secara langsung melalui media.

Tetangga Pistorius menelpon polisi ketika mendengar teriakan dan bunyi tembakan di kawasan Silver Lakes Kamis pagi di Pretoria.

Tenaga paramedis yang datang bersama ambulan menyatakan Steenkamp tewas di tempat kejadian perkaran.

Sebuah pistol 9mm ditemukan di rumah modern berlantai dua milik Pistorius di kompleks perumahan  yang mendapat penjagaan ketat di ibu kota Afrika Selatan Pretoria.

 Oscar Pistorius and girlfriend Reeva Steenkamp Photo: Oscar Pistorius  dan pacarnya Reeva Steenkamp pada bulan Januari. (AFP)

Pistorius ditahan di kantor polisi Boschkop Pretoria serta menjalani pemeriksaan kesehatan dan forensik.

Police kemarin menyatakan Steenkamp dan Pistorius adalah satu-satunya pasangan yang berada di dalam rumah saat peristiwa penembakan, sementara sejumlah saksi mata dimintai keterangan atas kejadian tersebut. 

Tahun lallu Pistorius menjadi atlit pertama dengan dua kaki buntung yang berlomba di Olympiade, ia sempat masuk semi-final dalam lomba lari 400 meter di London.

Ia lahir di Johannerburg dan harus menjalani amputasi ketika ia berusia 11 bulan karena terlahir tanpa tulang kaki bawah.

Dalam kejuaraan Paralympics tahun lalu ia kalah untuk pertama kalinya dalam lomba lari 200m dalam sembilan tahun terakhir.

Kehidupan pribadi Pistorius dikenal warna-warni, dikelilingi wanita-wanita cantik, menyenangi senjata dan mobil balap.

Pada tahun 2009 Pistorius sempat mendekam semalam di kantor polisi karena dituduh melecehkan gadis berusia 19 tahun pada sebuah pesta.

Ia juga cukup terbuka mengenai kecintaannya terhadap senjata.

Tahun lalu dalam sebuah wawancara dengan harian Inggris Daily Mail ia mengaku tidur dengan pistolnya, senjata mesin, pentungan kriket dan pentungan bola kasti.

Ia punya hobby sepeda motor, segala kegiatan yang memicu adrenalin dan kecepatan.

"Ia suka mobil mahal dengan kecepatan tinggi. Setiap kali datang ia selalu berganti mobil," kata pelatihnya Jannie Brooks tahun lalu.

"Ia menyenangi apapun yang berkaitan dengan kecepatan, sebab mobil punya kemampuan kecepatan yang luar biasa."

Empat tahun yang lalu ia mengalami tabrakan dengan kapalnya saat berlayar di sebuah sungai di Johannesburg hingga dua tulang rusuknya patah, rongga mata dan rahangya mengalami luka-luka.Police crime scene tape marks off the Pretoria home of Oscar PistoriusFoto: Polisi membuat tanda lokasi kejadian perkara di rumah Oscar Pistorius di Pretoria hari Kamis. (Reuters: Andrea Ettwein)