Kelompok Syiah Pakistan tolak kubur jenazah korban bom

Kelompok Syiah Pakistan tolak kubur jenazah korban bom

Kelompok Syiah Pakistan tolak kubur jenazah korban bom

Diperbaharui 19 February 2013, 15:30 AEDT

Ribuan perempuan anggota kelompok etnis Hazara di kota Quetta, Pakistan, menolak menguburkan jenazah lebih dari 80 orang yang tewas karena ledakan bom di sebuah pasar akhir minggu lalu sebelum pemerintah Pakistan menegakkan keadilan dengan menghukum pelaku pemboman.

Serangan yang dilakukan oleh kaum militan Sunni tersebut menewaskan 89 orang, kebanyakan dari kelompok minoritas Syiah Hazara.

"Kami berdiri tegak dengan permintaan kami untuk memberikan kekuasaan kota kepada tentara untuk melakukan operasi melawan teroris dan suporter mereka," kata juru bicara aliansi kelompok Syiah, Syed Muhammad Hadi.

"Kami tidak akan menguburkan jenazah-jenazah itu sebelum permintaan kami dipenuhi."

Rasa frustrasi ditunjukkan oleh kelompok Syiah yang terus menerus diserang, dan ini menjadi tekanan bagi para pemimpin Pakistan yang akan menghadapi pemilu dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Pemerintah Pakistan sudah mendapat banyak kritik atas masalah lainnya, termasuk persediaan listrik, korupsi, dan tingkat kemiskinan.

Kelompok militan Sunni, Lashkar-e-Jhangvi (LeJ) mengaku bertanggung jawab atas pemboman di pasar tersebut, hanya satu bulan setelah kelompok yang sama mengaku melakukan pemboman yang menewaskan hampir 100 orang di kota yang sama bulan lalu.