Unit militer Cina dituduh lakukan hacking

Unit militer Cina dituduh lakukan hacking

Unit militer Cina dituduh lakukan hacking

Diperbaharui 20 February 2013, 12:41 AEDT

Sebuah perusahaan keamanan komputer mencurigai suatu satuan militer Cina berada di belakang banyak serangan hacking terhadap Amerika Serikat.

Perusahaan Mandiant yang berbasis di Amerika mengatakan, mereka telah melacak sumber dari serangan hacking sejak tahun 2006 terhadap lebih dari 140-lebih organisasi, sebagian besar berada di Amerika.

Mereka mendapati yang paling mungkin menjadi sumbernya adalah suatu unit militer rahasia Cina.
 
"Sifat dari tugas Unit 61398 itu dipandang Cina sebagai rahasia negara; akan tetapi kami yakin unit itu melakukan 'Operasi Jaringan Komputer' yang berbahaya," demikian disebutkan dalam laporan Mandiant.
 
"Sudah saatnya mengakui bahwa ancaman itu berasal dari Cina, dan kami ingin menempuh upaya untuk mempersenjatai dan mempersiapkan para profesional keamanan untuk melawan secara efektif ancaman tersebut," katanya.
 
Laporan itu menyebutkan, Unit 61398 berlokasi di distrik Pudong, Shanghai, pusat keuangan dan perbankan Cina, dan pegawainya boleh jadi ribuan orang yang menguasai bahasa Inggris, bisa memprogram kumputer dan menguasai soal operasi network.
 
Unit itu dikatakan telah mencuri ratusan terabyte data.
 
Sejumlah organisasi, termasuk koran New York Times, telah menugaskan Mandiant untuk membersihkan sistem mereka setelah serangan cyber tersebut.
 
New York Times mengatakan, hackers menyerang sistemnya setelah koran itu menyiarkan laporan mengenai harta kekayaan keluarga Perdana Menteri Cina, Wen Jiabao.
 
Kebanyakan sasaran hacking adalah organisasi atau perusahaan di Amerika Serikat, dan sejumlah kecil terdapat di Kanada dan Inggris.
 
Gedung 12 lantai yang dikabarkan merupakan tempat satuan rahasia tadi terdapat di suatu daerah perumahan dan dikelilingi oleh tembok yang penuh dengan foto propaganda militer dan slogan.
 
Di luar gerbang ada plang yang memperingatkan publik bahwa mereka berada di wilayah militer terlarang dan tidak boleh mengambil foto.
.
Kementrian Pertahanan Cina membantah keras tuduhan hacking tadi dan menyebutnya "tidal profesional". 
 
Mereka mengatakan, serangan hacking adalah masalah global dan Cina merupakan salah satu korban serangan cyber paling sering di dunia.
 
Kementrian Luar Negeri Cina mengatakan, pemerintahnya menentang keras perbuatan hacking dan meragukan bukti yang diberikan dalam laporan Mandiant tadi.
 
"Serangan hacking bisa lintas negara dan tanpa nama. Menentukan asalnya sangatlah sulit. Kami tidak tahu bagaimana bukti dalam laporan ini bisa dipertahankan," kata jurubicara Kemlu Cina, Hong Lei, dalam briefing pers harian.
 
Hong menyebutkan suatu studi Cina yang menunjuk Amerika Serikat sebagai berada di belakang hacking di Cina.
 

ABC/wires