Pria asal Afghanistan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia

Pria asal Afghanistan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia

Pria asal Afghanistan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Indonesia

Diperbaharui 21 February 2013, 10:37 AEST

Indonesia menjatuhi hukuman penjara 6 tahun kepada pria berusia 19 tahun asal Afghanistan, karena keterlibatannya dalam operasi penyelundupan pencari suaka yang berakhir dengan tragedi.

Daud Amiri, yang juga dikenal dengan panggilan Irfan, ditangkap pada bulan Juni tahun lalu, setelah dianggap terlibat dalam menyelundupkan 200 pencari suaka dengan sebuah kapal yang akhirnya tenggelam di sebelah utara Pulau Christmas.

Sekitar 90 orang meninggal dalam tragedi tersebut.

Irfan ditangkap di Indonesia setelah mendapatkan laporan dari Kepolisian Federal Australia.

Polisi mengatakan ia mengaku terlibat dalam mengatur perjalanan yang menyebabkan satu kapal tenggalam dan tiga kapal lainnya.

Hari Rabu, Irfan memenuhi panggilan Pengadilan Jakarta Timur dengan tuduhan penyelundupan manusia.

Selain hukuman penjara 6 tahun, Irfan juga dikenai denda sekitar Rp. 75 juta.

Usai vonis, Irfan dibawa ke dalam sel penjara, dimana ia mengatakan kepada reporter bahwa ia tidak ingin membicarakan kasusnya.

Penangkapan Irfan juga menggiring polisi untuk menangkap satu pria asal Pakisan dan lima tentara Indonesia yang diduga bekerja sama dengan sindikat penyelundupan manusia ke Australia.

Kesedihan Sang Istri

Setelah mendengar hukuman dijatuhkan, Sri Hartati, istri dari Irfan mengatakan keputusan tersebut tidak adil.

"Saya mendengar cerita bahwa peranannya hanya mengumpulkan orang-orang, para penumpang," kata Hartati.

"Meningat perannya yang kecil, saya rasa ini adalah vonis yang terlalu berat! Harusnya kurang dari itu."

Menanggapi 90 penumpang dalam kapal tersebut tenggelam, ia pun menyatakan belangsungkawa.

"Sebagai manusia, saya juga tentunya sedih dan prihatin."

"Saya merasa kasihan dengan mereka yang tewas dalam kecelakaan. Dan Irfan ternyata terlibat, tetapi saya hanya tahu setelah ia ditangkap."

Irfan memiliki waktu satu minggu untuk mempertimbangkan seandainya ia ingin naik banding.