Dubes Australia: siklus kekerasan tak kunjung sudah di Papua

Dubes Australia: siklus kekerasan tak kunjung sudah di Papua

Dubes Australia: siklus kekerasan tak kunjung sudah di Papua

Terbit 23 February 2013, 11:00 AEST

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, mengatakan, terbunuhnya  8 prajurit TNI di Papua Kamis lalu hanya akan melanggengkan siklus kekerasan di kawasan tersebut.
 

Wartawan Radio Australia di Jakarta melaporkan, para korban itu jatuh dalam dua serangan terpisah.

Tujuh orang tentara disergap di markas mereka di Sinak, dan seorang bersenjata lainnya di Puncak Jaya menembak seorang prajurit lain.

Dua orang prajurit TNI terluka dan seorang lainnya masih belum jelas keberadaannya.

Menko Polhukam, Djoko Suyanto mengatakan, laporan intelijen mengutarakan dua kelompok yang dipimpin oleh seseorang bernama Goliat Tabuni dan seorang lagi bernama Murib, berada di belakang serangan-serangan tersebut.

Ia menyerukan agar mereka yang terlibat dalam penembakan-penembakan tersebut ditangkap dan dihukum.

Dalam pernyataannya, Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriarty menyatakan duka cita atas nama Australia dan mengemukakan kekerasan tersebut merugikan rakyat Papua dan Papua Barat.

Laporan lain menyebutkan, orang-orang bersenjata telah menembaki sebuah pesawat helikopter TNI di Papua yang dikerahkan untuk menjemput  jenazah ke-7 orang prajurit yang tewas itu.

Karena berondongan tersebut, pesawat helikopter tadi membatalkan misinya .
 

Topik: