Anas Urbaningrum resmi mundur dari Partai Demokrat karena tuduhan korupsi

Anas Urbaningrum resmi mundur dari Partai Demokrat karena tuduhan korupsi

Anas Urbaningrum resmi mundur dari Partai Demokrat karena tuduhan korupsi

Terbit 24 February 2013, 7:56 AEDT

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi puncak partai tersebut setelah KPK menyatakan dirinya sebagai tersangka dalam kasus korupsi miliaran rupiah.

"Saya mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," ujar Anas dalam jumpa pers.

Tuduhan keterlibatan dirinya atas kasus korupsi telah membayang-bayangi Anas selama berbulan-bulan.

Sekarang, KPK menetapkan dirinya menjadi tersangka setelah, seperti dikatakan oleh juru bicara KPK, Johan Budi, badan anti-korupsi tersebut menganggap cukup menemukan bukti.

"KPK telah menetapkan saudara AU sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, pada konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, Jumat (22/2) malam.

Menurut Johan, Anas Urbaningrum disangkakan melanggar pasal 12 huruf A atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang Nomor 21 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Sudah ada dua alat bukti yang cukup dan dikenakan kepada saudara AU," lanjutnya.

Bukti yang ditemukan, menurutnya, berhubungan dengan pembangunan pusat sarana olahraga Hambalang di Bogor, Jawa Barat, tapi tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan dalam kasus lain. 

Pengunduran diri ini adalah tendangan menyakitkan bagi Presiden SBY yang melakukan kampanye berlandaskan anti-korupsi pada Pemilu 2009. 

Tapi Partai Demokrat sampai saat ini telah menyaksikan dua tokoh partai tersebut dipenjara karena korupsi, dan menyaksikan juga penurunan tingkat popularitas secara drastis sebelum pemilu tahun depan.

Pada tahun 2011, mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin, melarikan diri ke Amerika Selatan ketika mencoba menghindari tuduhan korupsi.

Pada hari dia melarikan diri, dia bertemu dengan Presiden secara pribadi, tapi SBY menampik tuduhan mereka mendiskusikan tuduhan atas Nazarrudin, yang kemudian ditemukan dan ditangkap di Kolombia.

Desember lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga dalam kabinet SBY, Andi Mallarangeng, juga dinamai sebagai tersangka korupsi dan harus mengundurkan diri dari jabatan kementeriannya.  

Dan, bulan lalu, anggota DPR dari Partai Demokrat yang dilahirkan di Australia, Angelina Sondakh, dijatuhi hukuman penjara empat setengah tahun atas tuduhan menerima korupsi.