Feminis topless satroni Berlusconi dalam pemilu Italia

Feminis topless satroni Berlusconi dalam pemilu Italia

Feminis topless satroni Berlusconi dalam pemilu Italia

Diperbaharui 25 February 2013, 14:09 AEST

Tiga feminis topless menyatroni mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, setibanya di tempat pemberian suara dalam pemilu di Italia.

Mantan Perdana Menteri Silvio Berlusconi disatroni oleh tiga orang feminis yang protes dengan telanjang dada setibanya di tempat pemberian suara di sebuah sekolah di Milan.
 
Punggung ketiga perempuan muda itu bertuliskan "Sudah Cukup dengan Berlusconi".
 
Mereka segera dicekal polisi dan berteriak-teriak sewaktu dibawa pergi, menimbulkan keributan, sementara warga lainnya mengantri untuk menunggu giliran memberikan suara.
 
Polisi kewalahan berusaha menutupi tubuh mereka dan memborgol tangan mereka..
 

Ketiga pemrotes itu menembus deretan wartawan di luar TPS dan melompat di atas beberapa meja menuju Berlusconi, tapi tidak berhasil mencapainya.

Mantan Perdana Menteri yang sering diliputi skandal itu memimpin koalisi tengah kanan dalam pemilu, dan jajak pendapat mengindikasikan ia akan menempati urutan kedua dalam perolehan suara, setelah golongan kiri tengah.

Pemilu ini merupakan yang pertama sejak milyarder Silvio Berlusconi digulingkan dari kursi Perdana Menteri di tahun 2011 itu dalam gelombang panik pasar keuangan, dan digantikan oleh mantan pimpinan Komisi Eropa, Mario Monti.

 

 

Yang diduga punya peluang terbesar untuk menang dalam pemilu ini adalah Partai Demokrat dan pemimpinnya, Pier Luigi Bersani, mengatakan, ia akan melanjutkan reformasi ekonomi yang telah dilakukan pemerintah yang akan diganti.

Tapi Bersani yang berhaluan kiri tengah juga mengatakan, ia akan menempuh lebih banyak lagi langkah untuk pertumbuhan sementara Italia mengalami resesi paling lama dalam 20 tahun.
 
"Saya memilih Partai Demokrat. Saya tidak mau nasib kita menjadi seperti Yunani," kata Alessandro, seorang manager berusia 63 tahun, selagi memberikan suara di Milan.
 
Akan tetapi Berlusconi, yang pernah tiga kali menjabat sebagai Perdana Menteri dan juga terdakwa dalam kasus penipuan pajak dan kasus seks dengan pelacur di bawah umur, berpeluang keluar sebagai nomor dua dengan perbedaan suara tipis.
 
"Banyak yang membingungkan dalam pemilu ini. Saya memilih Berlusconi. Saya tahu ia punya cacat, tapi ia yang terbaik," kata Maria Teresa Gottardi, 65 tahun.
 
Di urutan ketiga, menurut jajak pendapat, boleh jadi partai protes baru pimpinan pelawak yang menjadi aktivis, Beppe Grillo, yang telah mengarahkan ketidak puasan sosial dan kemarahan yang semakin meningkat pada politisi tradisional.
 

Tempat-tempat pemungutan suara dibuka Senin pagi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar memberikan suara, di tengah kekuatiran jumlah yang menggunakan hak suaranya jauh lebih rendah dari biasa karena banyak yang kesal dengan politik.

47-juta warga Italia berhak memberikan suara.
 
Jajak pendapat mengindikasikan hasil pemilu boleh jadi tidak akan memberi Bersani cukup mayoritas untuk memerintah sendirian, dan ia mungkin akan terpaksa membentuk aliansi dengan Monti, yang bisa membawa profesor ekonomi itu kembali duduk dalam pemerintah.
 
Koalisi antara Monti dan Bersani tidak akan mudah, karena adanya perbedaan antara Monti yang penganut pasar bebas dengan suatu partai ultra-kiri yang sudah berkoalisi dengan Bersani.
 

 

Berlusconi juga akan terus menjadi kekuatan yang berpengaruh. Ia mencuat dalam jajak pendapat dengan janjinya untuk memulangkan pajak properti yang tidak disukai banyak orang.

Ia juga merebut suara dengan menyalahkan Jerman atas nasib buruk Italia.

Para calon mestinya tidak berbicara di malam menjelang pemilu tapi Berlusconi melanggarnya dengan berbicara kepada wartawan.

Dalam wawancara dengan televisi Yunani yang kemudian dlaporkan oleh media Italia, Berlusconi mengatakan ia melawan pihak-pihak yang menghendaki penghematan besar-besaran dan ingin mengenyahkan dirinya. 

Katanya Monti "mengabdi dan akan terus berlutut di depan kanselir Jerman, Angela Merkel, dan sekarang Merkel tidak ingin kehilangan dia."

Italia merupakan negara ekonomi terbesar di zona Euro setelah Jerman dan Perancis, dan merupakan suatu negara eksportir utama.

Walaupun utangnya selangit, yakni sekitar 120.1 persen GDPnya - atau hanya kalah oleh Yunani - tapi defisit di sektor publiknya terkendali. 

AFP