Korea Selatan lantik presiden perempuan pertama

Korea Selatan lantik presiden perempuan pertama

Korea Selatan lantik presiden perempuan pertama

Diperbaharui 25 February 2013, 14:17 AEDT

Korea Selatan melantik presiden perempuan pertama negara itu dalam upacara di Seoul.

Korea Selatan melantik presiden perempuan pertama negara itu dalam upacara di Seoul.

Upacara pelantikan Presiden Park Geun-hye disiarkan langsung di televisi, diadakan di depan Majelis Nasional, dengan dihadiri sekitar 70-ribu orang.
 
Ribuan orang warga berdatangan ke ibukota untuk event bersejarah hari Senin ini.
 
Penjaga keamanan sebelumnya menyisir daerah itu sementara berlangsung latihan bagi acara pelantikan itu.
 
Gubernur Jenderal Australia, Quentin Bryce, termasuk diantara para pembesar internasional yang menghadiri upacara di Seoul itu.
 
Upacara pelantikan itu ditandai dengan 21 tembakan meriam dan dimeriahkan dengan penampilan rapper Korea, Psy, yang lagunya "Gangnam Style" merupakan hit global tahun lalu. 
 

Sebagai pemimpin negara ekonomi terbesar keempat di Asia, Park menghadapi sejumlah tantangan besar, antara lain perekonomian yang melamban dan biaya kesejahteraan sosial yang meningkat di negara yang proporsi penduduk sepuhnya termasuk yang paling cepat meningkat di dunia.

Pidato pelantikannya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, perluasan kesejahteraan dan pertahanan nasional, dan menyerukan persatuan nasional di saat semakin meningkatnya keprihatinan mengenai kesenjangan pendapatan dan kekayaan. 

Park, 61 tahun, dalam kampanyenya juga telah berjanji untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan didasarkan pada saling percaya dengan Pyongyang, dan pidatonya akan disimak untuk melihat indikasi bagaimana niatnya dalam menangani Korea Utara di awal masabakti lima-tahunnya yang pertama.

Park memangku jabatan Presiden sekitar 50 tahun setelah ayahnya, Park Chung-hee, merebut kekuasaan dalam kudeta militer. 

Ayahnya memimpin Korea Selatan selama 18 tahun sampai saat ia diasasinasi. 

Ibu Park dibunuh lima tahun sebelum ayahnya, dan Park sendiri tidak pernah menikah atau punya anak.

Sebagai presiden perempuan pertama Korea Selatan, Park Geun-hye akan memimpin negara yang masuk ranking lebih rendah di bawah Suriname dan Persatuan Emirat Arab dalam hal kesetaraan gender. 

ABC/AFP