Paus sampaikan khotbah Minggu terakhir, skandal liputi gereja katolik Inggris

Paus sampaikan khotbah Minggu terakhir, skandal liputi gereja katolik Inggris

Paus sampaikan khotbah Minggu terakhir, skandal liputi gereja katolik Inggris

Diperbaharui 25 February 2013, 10:44 AEDT

Massa ramai memenuhi alun-alun Santo Petrus di Roma untuk mengikuti khotbah Minggu terakhir Paus Benediktus XVI, tapi hari-hari terakhirnya dibayang-bayangi skandal baru melibat petinggi gereja paling senior di Inggris.

Massa ramai memenuhi alun-alun Santo Petrus di Roma tadi malam untuk terakhir kalinya mendengarkan khotbah Paus Benediktus sebelum ia mengundurkan diri hari Kamis.

Sri Paus mengatakan, keputusannya untuk mengundurkan diri tidak berarti ia meninggalkan Gereja Katolik.
 
Tapi hari-hari terakhirnya sebagai Sri Paus dibayang-bayangi oleh skandal baru melibat pemimpin Gereja Katolik di Skotlandia, Kardinal Keith O'Brien.
 

Kardinal O'Brien dituduh melakukan perbuatan yang tidak senonoh terhadap beberapa orang pastor 3 dasawarsa yang lalu.

Koran Inggris, Observer, melaporkan, tuduhan oleh tiga orang pastor dan seorang mantan pastor itu dikirim ke Roma seminggu sebelum Paus Benediktus mengumumkan pengunduran diri.
 
"Sri Paus diberitahu mengenai masalah ini dan persoalan itu kini sudah berada di tangannya," kata jurubicara Vatikan, Federico Lombardi, mengatakan kepada wartawan saat ditanya mengenai laporan itu. 
 

Jurubicara Kardinal O'Brien mengatakan ia sedang meminta nasihat hukum.

Menurut koran Observer, keempat orang pastor dan mantan pastor dari St Andrews dan Edinburgh di Skotlandia itu melaporkan kepada nuncio Antonio Mennini, dutabesar Vatikan untuk Inggris, bahwa O'Brien melakukan tindakan tidak senonoh 30 tahun yang lalu.
 
Seorang pastor mengatakan mendapat perhatian yang tidak diinginkan dari Kardinal O'Brien setelah minum-minum malam hari. Seorang pastor lain mengatakan, Kardinal O'Brien menggunakan ibadah malam sebagai kedok bagi kontak yang tidak semestinya, demikian menurut the Observer.
 
Kardinal O'Brien tidak muncul dalam missa hari Minggu di ibukota Skotlandia, Edinburgh, dimana ia menjabat sebagai Uskup Agung.
 
Kardinal O'Brien adalah satu-satunya wakil Inggris dalam pemilihan Sri Paus baru yang rencananya akan dilangsungkan bulan depan.
 
Kardinal Cormac Murphy-O'Connor, mantan Uskup Agung Westminster dan mantan kepala Gereja Katolik di Inggris dan Wales, mengatakan kardinal O'Brien seyogyanya dibolehkan membantu memilih Paus yang baru kalau itu yang ingin dilakukannya. 
 
"Kardinal O'Brien sudah membantah tuduhan-tuduhan tadi, jadi saya pikir kita harus lihat saja bagaimana hasilnya," katanya kepada televisi BBC. 
 
Tudingan tadi tipis kemungkinan akan menyebabkannya tidak ikut dalam pemilihan Paus, tapi akan memastikan proses itu bakal dibayang-bayangi kontroversi.
 

ABC/wires