Tentara Amerika diperintahkan keluar dari provinsi Afghan

Tentara Amerika diperintahkan keluar dari provinsi Afghan

Tentara Amerika diperintahkan keluar dari provinsi Afghan

Diperbaharui 25 February 2013, 12:24 AEST

Presiden Afghanistan Hamid Karzai memerintahkan pasukan khusus Amerika keluar dari suatu provinsi di Afghanisan tengah, dan menuduh orang-orang Afghan yang bekerja dengan mereka melakukan penyiksaan dan pembunuhan. 

Presiden Afghanistan Hamid Karzai memerintahkan pasukan khusus Amerika agar keluar dari suatu provinsi dekat Kabul dalam tempo dua minggu, menuduh mereka menyulut ketidak-stabilan.
 
Jurubicara Presiden Karzai, Aimal Faiz, mengatakan, keputusan mengenai Wardak itu diambil Presiden Karzai dalam pertemuan dewan keamanan nasional.
 
"Pasukan khusus Amerika dan kelompok-kelompok bersenjata ilegal yang mereka ciptakan menimbulkan ketidak amanan, mengganggu stabilitas dan mengusik warga di provinsi Wardak," kata jurubicara presiden itu dalam konferensi pers.
 
Katanya, orang-orang bersenjata "yang disebut pasukan khusus Amerika" di Wardak "terlibat dalam mengganggu, menggusarkan, menyiksa dan bahkan membunuh orang-orang tak berdosa," demikian dikatakan dalam statement dari kantor presiden.
 
Statement itu menyebutkan contoh belum lama ini dimana sembilan orang hilang dalam suatu operasi yang dilakukan "pasukan mencurigakan" ini.
 
Dalam insiden lain, seorang mahasiswa diambil malam hari dari rumahnya, dan mayatnya yang bekas siksaan ditemukan dengan leher tersayat dua hari kemudian di kolong jembatan, demikian menurut statement itu.
 
Amerika mengatakan menanggapi dengan serius semua tuduhan mengenai perbuatan tidak semestinya, tapi tidak bisa memberikan komentar sampai memperoleh informasi lebih lanjut.
 
Ini merupakan satu lagi pukulan dalam hubungan antara Afghanistan dan Amerika menjelang penarikan pasukan Barat di tahun 2014.
 
Sebelumnya bulan ini, Presiden Karzai mengeluarkan dekrit yang memerintahkan pasukan keamanan lokal berhenti meminta bantuan NATO untuk melakukan serangan udara, di tengah ketegangan baru gara-gara jatuhnya korban jiwa warga sipil.
 
Sudah lebih dari 3-ribu tentara NATO, sebagian besar tentara Amerika, tewas mendukung pemerintah Karzai dalam perang melawan kaum pemberontak Islamis sejak tahun 2001.
 

AFP/ABC