Hasil pemilu Italia tidak jelas, boleh jadi ada putaran kedua

Hasil pemilu Italia tidak jelas, boleh jadi ada putaran kedua

Hasil pemilu Italia tidak jelas, boleh jadi ada putaran kedua

Diperbaharui 26 February 2013, 11:41 AEDT

Rakyat Italia boleh jadi perlu kembali memberikan suara dalam beberapa minggu lagi, setelah hasil awal pemilu mengisyaratkan tidak ada pemenang yang jelas.

Rakyat Italia boleh jadi perlu kembali memberikan suara dalam beberapa minggu lagi, setelah hasil awal pemilu mengisyaratkan tidak ada pemenang yang jelas.

Pemungutan suara dalam pemilu di Italia telah usai, dan perhitungan awal mengisyaratkan perlombaan yang ketat antara partai-partai kiri tengah dan kanan tengah.
 
Partai Demokrat yang kiri tengah tampaknya unggul di majelis rendah, memperoleh sekitar 35 persen suara.
 
Akan tetapi koalisi pimpinan mantan Perdana Menteri konservatif, Silvio Berlusconi, tampaknya di atas angin di Senat, namun kelihatannya tidak bisa membentuk mayoritas.
 
Dengan tidak terlihat adanya pemenang yang jelas, harga-harga saham di Milan turun, setelah sebelumnya naik hampir 4 persen.
 
Perkiraan hasil pemilu tadi menimbulkan kemungkinan bakal dihadapinya jalan buntu yang akan melumpuhkan pemerintah.
 
Rendahnya jumlah orang yang memberikan suara mencerminkan luasnya frustrasi di kalangan masyarakat yang sudah bosan dengan berbagai kebijakan penghematan dan resesi.
 
Di hari pertama pemungutan suara pada hari Minggu, yang datang cuma 55 persen - tujuh persen point lebih rendah dibanding saat yang sama dalam pemilu terakhir di tahun 2008.
 
"Inilah cara rakyat Italia menyatakan protesnya," tulis harian Il Fatto Quotidiano yang berhaluan kiri.
 
Harian terkemuka Corriere della Sera menyebutkan, rendahnya jumlah yang memberikan suara mencerminkan "disorientasi akut" di kalangan pemilih yang dihadapkan pada "krisis tiada akhir."
 

 

Pemimpin Partai Demokrat, Pier Luigi Bersani, mengatakan, dirinya orang terbaik untuk mempromosikan agenda pertumbuhan bagi Eropa dan "menutup lembaran" masa Berlusconi.

 
Kata Bersani, ia akan mengikuti disiplin anggaran yang telah berpengaruh besar untuk meyakinkan pasar keuangan yang diterapkan oleh Monti, mantan pimpinan Komisi Eropa yang ditarik untuk memimpin pemerintah Italia setelah digulingkannya Berlusconi di tahun 2011.
 
Akan tetapi Bersani, mantan komunis yang berganti haluan menjadi pengusung reformasi ekonomi liberal, akan menghadapi tekanan dari serikat-serikat buruh dan banyak rakyat Italia yang telah menyaksikan tingkat pengangguan naik mencapai rekor dan ekonomi terus merosot.
 
Bersani, 61, putera seorang montir dari Italia utara, telah mencoba mengubah citranya sebagai orang partai dan mengelilingi dirinya dengan tim orang-orang muda, banyak diantaranya perempuan. .
 
Saingan beratnya, Silvio Berlusconi yang pernah tiga kali terpilih sebagai Perdana Menteri, melancarkan kampanye populis, menyalahkan Jerman atas nasib malang Italia dan berjanji untuk mengembalikan pajak properti yang tidak populer kepada rakyat Italia, dari kantungnya sendiri kalau perlu.
 
Konglomerat media berusia 76 tahun itu, yang disatroni tiga orang feminis yang protes dengan telanjang dada sewaktu Berlusconi akan memberikan suara hari Minggu, kini terdakwa dalam dua penyidangan - satu untuk penipuan pajak dan satu lagi untuk sex dengan pelacur dibawah umur.