Kecelakaan balon udara tewaskan 19 turis di Mesir

Kecelakaan balon udara tewaskan 19 turis di Mesir

Kecelakaan balon udara tewaskan 19 turis di Mesir

Terbit 27 February 2013, 8:33 AEDT

Sebuah balon udara meledak dan menghujam ke tanah di kota kuno Mesir, Luxor, pada sebuah penerbangan dini hari dan menewaskan 19 turis.

Petugas keamanan mengatakan balon tersebut membawa 21 orang ke ketinggian 300 meter ketika mulai terbakar.

Lokasi kecelakaan di perkebunan tebu di Luxor ditutup sementara polisi dan warga setempat menyelidiki sisa-sisa hangus dari balon tersebut.

Balon udara itu sedang terbang di atas tepi barat Luxor, yang merupakan salah satu situs arkeologi Mesir yang paling terkenal. 

Laporan resmi mengatakan 19 turis dari Hong Kong, Jepang, Inggris, Perancis dan Hungaria tewas dalam kecelakaan tersebut.

Seorang pekerja perusahaan operator balon udara itu, Sky Cruise, mengatakan pilot dan seorang turis lainnya selamat dengan melompat ke luar keranjang balon udara sebelum menghantam bumi.

Keduanya kini berada di rumah sakit.

"Ini sangat mengenaskan, sangat mengenaskan," kata petugas tersebut, yang tidak mau memberi namanya.

"Kami belum tahu apa yang benar-benar terjadi, dan apa yang menyebabkan kecelakaan," lanjutnya.

Gubernur Luxor, Ezzat Saad, menerapkan larangan terbang untuk balon udara di provinsi tersebut, sementara perdana menteri Hesham Qandeel memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan tersebut. 

Dua turis dari Perancis dikonfirmasi telah tewas oleh Kementerian Luar Negeri Perancis.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa, sayangnya, dua warga negara kami tewas dalam kecelakaan ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, Philippe Lalliot, di kota Paris.

"Kami telah menghubungi keluarga mereka."

Map: Peta Luxor, Mesir

 

Perusahaan wisata dari Inggris mengatakan dua tamu mereka tewas dalam kecelakaan tersebut, walaupun pejabat resmi Kantor Urusan Luar Negeri negara tersebut belum memberikan konfirmasi. 

Sembilan orang dari Hong Kong dan dua warga Jepang diperkirakan juga menjadi korban.

Pada tahun 2009, 13 turis mancanegara terluka ketika balon udara mereka menabrak tiang telepon dan jatuh di kota yang sama, dan dicurigai disebabkan terlalu penuhnya balon tersebut. 

Kecelakaan ini terjadi di tengah-tengah kemarahan masyarakat Mesir mengenai standard keamanan di negara tersebut, setelah adanya beberapa kecelakaan transportasi dan konstruksi yang mematikan.

AFP/Reuters