Mantan PM Vanuatu serukan penolakan hadiah dari Indonesia

Mantan PM Vanuatu serukan penolakan hadiah dari Indonesia

Mantan PM Vanuatu serukan penolakan hadiah dari Indonesia

Diperbaharui 27 February 2013, 10:36 AEDT

Mantan Perdana Menteri dan anggota parlemen Vanuatu, Barack Sope, menuntut pemerintah negara tersebut untuk menolak hadiah seribu seragam polisi dari pemerintah Indonesia.

Hadiah tersebut diberikan oleh duta besar baru Indonesia untuk Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema, dalam pertemuan pertamanya dengan Presiden Lolu Johnson Abil.

Vanuatu selama ini sering menjadi tempat mengungsi oleh banyak warga provinsi Papua Barat.

Barack Sope mengatakan kepada program Radio Australia Pacific Beat bahwa hadiah ini adalah usaha pemerintah Indonesia untuk mempengaruhi warga Vanuatu, yang disebut Ni-Van, dalam pendapat mereka mengenai provinsi tersebut.

"Banyak darah sudah ditumpahkan di Papua Barat yang ditumpahkan oleh militer Indonesia," katanya.

"Bagaimana Indonesia bisa menolong warga Melanesia di Vanuatu dan tempat-tempat lainnya kalau mereka juga membunuh warga Melanesia di Papua Barat. Kami tidak bisa terima hal itu."

"Mereka harus memperbaiki situasi Hak Azasi Manusia, mereka harus memperbaiki situasi kolonialisasi di Papua Barat, yang mereka belum lakukan, dan tolak untuk lakukan."

"Yang kami lakukan di Vanuatu adalah kemunafikan. Kami bilang satu hal, tapi bertindak yang lain," lanjutnya.