Menteri: Jepang akan teruskan tradisi memburu paus

Menteri: Jepang akan teruskan tradisi memburu paus

Menteri: Jepang akan teruskan tradisi memburu paus

Diperbaharui 27 February 2013, 10:09 AEST

Menteri Perikanan Jepang telah menyatakan janji bahwa negaranya tidak akan pernah berhenti berburu paus di lautan, walaupun mendapat kritik dari negara-negara lain.

Menteri Perikanan tersebut, Yoshimasa Hayashi, membandingkan memakan mamalia di laut tersebut dengan konsumsi kangguru di Australia.

Dalam sebuah wawancara, Hayashi menyerang balik atas kritik perburuan paus dengan mengatakan kritik tersebut sebagai serangan atas budaya Jepang.

Dia mengatakan Jepang memiliki tradisi berburu paus yang sudah berjalan lama, dan membandingkannya dengan budaya lain, mengatakan bagaimana anjing dimakan di Korea dan kangguru dimakan di Australia.

Jepang, sebagai negara kepulauan, katanya, sebaiknya mengkonsumsi protein dari laut. 

Anti perburuan paus

Sementara itu, armada kapal Jepang kesulitan menangkap paus dalam perburuan tahun ini di Antarktika karena diganggu terus menerus oleh aktivis anti perburuan paus.

Kelompok konservasi alam, Sea Shepherd, mengatakan Jepang telah mengirim kapal militer untuk membantu kapal pemburu paus.

Kelompok tersebut juga meminta meminta pemerintah Australia untuk melakukan intervensi dalam konflik mereka dengan kapal-kapal Jepang tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup Australia, Tony Burke, mengatakan pengadilan internasional yang sedang berlangsung adalah forum terbaik untuk memecahkan ketidaksetujuan antar pemerintah.

Tony Burke mengatakan, kapal Shirase dari Jepang telah melakukan riset mengenai paus pada masa lalu, dan sekarang dirinya mencari konfirmasi untuk memastikan kapal itu tidak terlibat dalam perburuan paus untuk konsumsi manusia.

Jepang mengatakan melakukan riset, yang diperbolehkan dalam peraturan internasional mengenai perburuan paus, tapi tidak menyembunyikan fakta bahwa binatang tersebut berakhir di meja makan.