Gillard inginkan kerjasama kawasan di Asia

Gillard inginkan kerjasama kawasan di Asia

Gillard inginkan kerjasama kawasan di Asia

Terbit 7 April 2013, 8:14 AEST

Perdana Menteri Julia Gillard akan memberitahu para pemimpin bisnis dan politik Cina bahwa kawasan Asia harus bekerja sama untuk menangani tantangan-tantangan bersama.

Gillard akan berpidato di sidang awal Forum Asia Bo'ao di pulau Hainan untuk membahas kekhawatiran Australia mengenai negara nakal dan kesejahteraan kawasan di masa depan.

Perdana Menteri Australia itu akan menjelaskan kepada para delegasi bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi di beberapa negara Asia akan mengubah strategi, tapi bukan berarti konflik akanb erakhir.

"Kestabilan di kawasan Asia sangat dianggap serius oleh negara-negara di kawasan - namun konsekuensi dari konflik yang ada punya dampak yang buruk terhadap semua negara di kawasan," Gillard akan katakan kepada para delegasi.

"Terutama di semenanjung Korea. Disana, tindakan agresif apapun menjadi ancaman terhadap kestabilan setiap negara di kawasan.

"Karenanya, saya sangat terbuka dengan kerjasama lebih antar pemerintah kawasan untuk mencegah konflik di semenanjung Korea dan melawan tindakan agresif Korea Utara."

Melalui pidatonya, Gillard akan menekankan ketertarikan Australia dalam membantu mengembangkan kawasan Asia melalui "pasar dan investasi yang teratur dan terfokus" pada warga kawasan.

Perdana Menteri akan kembali membahas perubahan iklim sebagai salah satu tantangan yang dihadapi oleh negara-negara Asia dan tetangganya.

Ia akan memberitahu peserta forum bahwa diskusi mereka mengenai skema karbon yang diperkenalkan di beberapa provinsi Cina, Jepang dan Australia akan menjadi diskusi yang penting di forum itu.

Gillard akan membahas kekhawatiran Australia mengenai Korea Utara, isu kerjasama regional, ketika ia bertemu dengan dengan presiden Cina Xi Jinping siang ini.

Pertemuan itu adalah yang pertama kalinya kedua pemimpin bertemu, dan Gillard berharap bisa meningkatkan hubungan dengan tim kepemimpinan Cina yang baru.

Perdana Menteri juga diperkirakan akan membahas perubahan iklim, kerjasama pertahanan dan hubungan perdagangan sebelum ia berangkat ke Shanghai malam ini.

"Cina, tentunya, sangat penting bagi strategi politik dan ekonomi, Australia."

"Saya juga ingin membantu membangun dan mengembangkan hubungan komprehensif antara Australia dan Cina."