Sengketa Thai-Kamboja disidangkan di pengadilan PBB

Sengketa Thai-Kamboja disidangkan di pengadilan PBB

Sengketa Thai-Kamboja disidangkan di pengadilan PBB

Diperbaharui 16 April 2013, 14:51 AEST

Sidang dengar pendapat selama seminggu mengenai sengketa teritorial antara Thailand dan Kamboja telah dimulai di International Court of Justice (ICJ) di Den Haag.

Kuil Preah Vihear yang berusia 900 tahun, yang terletak antara kedua negara, menjadi fokus sengketa kepemilikan yang menegangkan di perbatasan.

Ketegangan telah mereda setelah kedua pihak menarik tentaranya dari daerah itu dan menggantinya dengan polisi dan petugas keamanan tahun lalu.

ICJ menyerahkan lokasi kuil itu kepada Kamboja di tahun 1962, tapi tidak menjelaskan siapa pemilik tanah seluas 4.6 kilometer persegi yang disebelahnya.

Dubes Thailand untuk Belanda, Virachai Plasai, mengatakan kepada ABC, menurut pendapatnya, sengketa soal tanah itu baru menjadi masalah ketika UNESCO memberi situs itu status warisan dunia di tahun 2007.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Kamboja, Koy Kuong, yang memimpin delegasi Kamboja mengatakan, yang diinginkannya hasil yang adil.

Putusan pengadilan diperkirakan baru akan dikeluarkan bulan September.