Studi ungkapkan maraknya dementia di kalangan Aborigin

Studi ungkapkan maraknya dementia di kalangan Aborigin

Studi ungkapkan maraknya dementia di kalangan Aborigin

Terbit 15 May 2013, 11:25 AEST

Sebuah studi baru mendapati, orang-orang Australia keturunan Aborogin tiga kali kemungkinannya menderita dementia dibandingkan dengan orang Australia lainnya.

Tim periset mengatakan, faktor-faktor resiko mencakup tekanan darah tinggi, obesitas, merokok dan diabetes, dan diduga kerusakan pada otak terjadi sejak masa kanak-kanak.

Studi selama tiga tahun tentang proses penuaan orang Aborigin Australia itu dilakukan di lima komunitas Aborigin di perkotaan dan di pedalaman di negara bagian New South Wales, dan diikuti oleh 336 partisipan, semuanya berumur diatas 60 tahun.

Studiitu mendapati, oranga-orang Aborigin menderita dementia jenis yang sama seperti orang-orang Australia lainnya, dengan penyakit Alzheimer yang paling banyak penderitanya, disusul dengan vascular dementia.

Terdapat angka lebih tinggi untuk dementia yang disebabkan oleh trauma kepala, tapi dementia yang berkaitan dengan alkohol jarang.

Profesor Tony Broe, periset senior di Neuroscience Research Australia, memimpin studi tersebut.

Dikatakannya, hasilnya menegaskan riset sebelumnya di kalangan populasi Aborigin terpencil, termasuk di daerah Kimberley di Australia Barat.

dementia scans Photo: Aboriginal Australians are three times more likely to suffer dementia than non-Indigenous Australians. (ABC News)