Imran Khan salahkan Inggris terkait pembunuhan Zahra Shahid Hussain

Imran Khan salahkan Inggris terkait pembunuhan Zahra Shahid Hussain

Imran Khan salahkan Inggris terkait pembunuhan Zahra Shahid Hussain

Diperbaharui 20 May 2013, 16:29 AEST

Mantan bintang olahraga kriket Pakistan yang menjadi politisi, Imran Khan, menyalahkan pemerintah Inggris karena tidak berbuat lebih banyak untuk mencegah pembunuhan rekan politiknya, Zahra Shahid Hussain.

Zahra Shahid Hussain, wakil ketua Partai Gerakan bagi Keadilan (PTI) pimpinan Khan, ditembak mati di luar rumahnya di Karachi pada hari Sabtu.

Polisi mengatakan, Hussain ditembak oleh tiga pria yang mengendarai sepeda motor. Kematiannya merupakan yang paling akhir menyusul kampanye berdarah yang menelan lebih dari 150 korban jiwa.

Khan segera menuduh ketua Partai MQM Karachi, Altaf Hussain, yang hidup dalam pengasingan di London, bertanggung-jawab langsung atas pembunuhan itu.

Ia menyuarakan kemarahannya atas pembunuhan itu dalam serangkaian pesan Twitter.

Ia mentweet bahwa ia menyalahkan pemerintah Inggris atas kematian rekannya itu, karena, katanya, ia sudah memperingatkan mereka tentang Altaf Hussain.

"Saya menganggap Altaf Hussain bertanggung-jawab langsung atas pembunuhan itu karena ia sebelumnya secara terbuka mengancam para petugas dan pemimpin PTI melalui siaran publik," kata Khan.

"Saya juga menganggap pemerintah Inggris ikut bertanggung-jawab karena saya sudah memperingatkan mereka tentang Altaf Hussain setelah ia terang-terangan mengancam akan membunuh naggota-anggota PTI."

Partai MQM, yang mewakili mayoritas yang berbahasa Urdu, membantah tuduhan itu.

Altaf Hussain mengecam serangan itu dalam sebuah statement dan menuntut "pengusutan yudisial untuk menangkap para pelakunya".

Dalam sebuah pesan video yang dirilis pada konferensi pers di Lahore, Khan mengatakan, partainya akan menggelar protes di Karachi pada hari Senin terkait pembunuhan itu.

Ditambahkan, aksi protes itu akan diperluas ke seluruh Pakistan pada hari Selasa, termasuk di depan kantor Komisi Pemilihan Umum di Islamabad pada hari Jum'at.

Pejabat tinggi polisi Nasir Aftab mengatakan, motif dibalik penembakan itu belum jelas dan tidak ada yang segera menyatakan bertanggung-jawab.

Pembunuhan itu terjadi menjelang diulangnya sebagian pemilu Pakistan yang kontroversial.

Tentara, polisi dan paramiliter dengan dukungan kendaraan personil lapis baja menjaga 43 TPS di Karachi, menyusul laporan kecurangan suara disana alam pemilu 11 Mei.