Rel bermasalah, penyebab kecelakaan kereta di Perancis

Rel bermasalah, penyebab kecelakaan kereta di Perancis

Rel bermasalah, penyebab kecelakaan kereta di Perancis

Diperbaharui 14 July 2013, 11:54 AEST

Perusahaan kereta Perancis mengatakan penyebab kecelakaan kereta yang menewaskan enam orang di Paris selatan adalah masalah teknis, sementara menteri perhubungan menyerukan di-upgrade-nya rel kereta regional yang mulai tua.

Perusahaan kereta Perancis, SNCF, mengumumkan, penyebab kecelakaan kereta di Paris selatan yang menewaskan enam orang dan mencederai puluhan itu adalah masalah teknis.
 
Dikatakan, sepotong logam yang menghubungkan dua bagian rel copot, mengakibatkan kereta api melesat keluar jalur dan menabrak station Bretigny-sur-Orge, sekitar 25 kilometer di sebelah selatan Paris.
 
SCNF mengatakan alat penyambung itu telah diperiksa pada tanggal 4 Juli.
 
Kini sedang diusut bagamana logam penyambung itu bisa copot dan dilakukan pemeriksaan pada 5-ribu sambungan serupa di rel kereta di seluruh Perancis. 
 
Petugas penyelamat terus melakukan operasi untuk mencari korban yang mungkin masih terperangkap.
 
Pengemudi kereta dipuji karena bertindak cepat mengirim peringatan yang segera menghentikan semua lalulintas kereta di wilayah itu.
 

Menteri Transportasi Frederic Cuvillier mengatakan kecelakaan ini bukan keaslahan manusia, dan memuji pengemudi kereta yang telah mencegah terjadinya tabrakan dengan sebuah kereta yang datang dari arah berlawanan.

Tapi, katanya, jaringan rel kereta api regional Perancis sudah ketinggalan jaman, setelah SNCF dalam beberapa tahun ini  lebih memusatkan sebagian besar perhatiannya pada jaringan kereta cepat TGV.

"Kita tidak boleh puas dengan barang yang umurnya sudah 30 tahun," kata Culliver. Ditambahkannya bahwa situasinya parah, dimana jaringan rel kereta tradisional semakin buruk keadaannya akibat kurangnya sumberdaya.

Perhimpunan penumpang kereta api juga mengecam apa yang mereka sebut "kereta rongsokan" dan praktek menggabungkan beberapa jenis kereta yang berbeda. Mereka menuntut dilakukannya pemeriksaan yang semestinya.

President Francois Hollande kemungkinan besar akan menghadapi pertanyaan keras menyangkut kecelakaan ini, dalam wawancara dengan saluran-saluran televisi Perancis terkemuka untuk memperingati Hari Bastille. 

Mengheningkan cipta bagi para korban

Semua kereta api dan station di Perancis pada tengah hari Sabtu kemarin melakukan pengheningan cipta bagi para korban, Kecelakaan terjadi di saat banyak orang pergi untuk berlibur musim panas. 

Pihak berwenang setempat mengatakan, korban yang tewas adalah empat orang pria dan dua perempuan, berusia antara 19 dan 82 tahun.

Sedang dilakukan penentuan jatidiri para korban secara formil, demikian menurut narasumber yang dekat dengan pengusutan. 

"Kami sekarang yakin tidak ada korban lainnya," kata Michel Fuzeau, pejabat tinggi setempat. Ditambahkan, 16 orang masih dirawat di rumahsakit. 

SNCF, pihak berwenang judisial dan badan keselamatan Perancis, BEA, melakukan pengusutan terpisah terhadap kecelakaan itu.

Kecelakaan itu masih mengakibatkan terganggunya jaringan kereta di Paris pada hari Sabtu, sementara stasion Paris-Austerlitz, tempat asal kereta api bertolak hari Jumat, diperkirakan akan tetap tutup selama beberapa hari.

Ini merupakan kecelakaan kereta paling buruk di Perancis sejak tahun 2008. Saat itu sebuah kereta api bertabrakan dengan sebuah bus sekolah, menewaskan tujuh orang siswa.

AFP