Bahaya Asbestos Hantui Renovasi Rumah

Bahaya Asbestos Hantui Renovasi Rumah

Bahaya Asbestos Hantui Renovasi Rumah

Terbit 11 February 2014, 11:19 AEDT

Antara tahun 1945 hingga 1980, bahan asbestos kerap digunakan dalam industri konstruksi di Australia. Seiring waktu, masyarakat mulai menyadari bahwa bahan ini amat beracun, dan pemakaiannya pun dikurangi, hingga akhirnya dilarang sama sekali sejak 31 Desember 2003. Namun, masih banyak yang beresiko terkena penyakit berbahaya terkait asbestos, terutama para pekerja konstruksi.

Bahan asbestos amat beracun dan dapat mengakibatkan sejumlah penyakit paru-paru, yang bisa mematikan.

Meskipun sudah dilarang di Australia, ada kemungkinan akan muncul sejumlah orang yang menderita penyakit paru-paru terkait asbestos, terutama dari kalangan pekerja konstruksi rumah.

Asbestos adalah kelompok mineral alami yang terbuat dari kristal-kristal yang berukuran amat kecil dan berserat, termasuk chrysotile, amosite dan crocidolite. Asbestos berasal dari bawah tanah.

Beberapa puluh tahun lalu di Australia, asbestos digunakan untuk berbagai keperluan konstruksi, seperti untuk membuat bangunan tahan api, dan juga digunakan dalam pembuatan atap.

Serat asbestos begitu kecil hingga dapat dihirup hingga memasuki paru-paru. Serat-serat tersebut kemudian bisa tertanam di paru-paru dan mengakibatkan penyakit yang bisa mematikan, antara lain penciutan paru-paru dan kanker paru-paru mesothelioma.

Ribuan orang Australia telah meninggal akibat penyakit terkait asbestos.

Gejala penyakit paru-paru bisa saja baru terlihat setelah 20-30 tahun bisa berlalu setelah paparan terhadap asbestos. Yang paling berisko adalah mereka yang terpapar asbestos saat bekerja di industri pertambangan, manufaktur, dan konstruksi. Saat ini, yang paling beresiko di Australia adalah mereka yang bekerja meruntuhkan bangunan-bangunan lama yang masih mengandung asbestos.

Menghirup serat asbestos bisa melukai dan menebalkan lapisan pleura paru-paru. Pleura yang terluka juga bisa mengeluarkan cairan ke rongga antara dua lapisan pleura.

Penyakit pleura tidak berbahaya, namun bisa menyebabkan kesulitan bernafas.

Sedangkan penyakit asbestosis adalah luka di paru-paru akibat paparan asbestos. gejalanya termasuk batuk kering dan rona kebiruan di kulit, akibat kekurangan oksigen.

Kanker paru-paru lebih mungkin terjadi pada mereka yang merokok dan juga terpapar asbestos. gejalanya termasuk batuk, turunnya berat badan dan darah di air liur dan dahak. Secara umum, lebih cepat didiagnosa lebih baik. Kanker paru-paru yang masih dalam tahap awal terkadang bisa diobati dengan operasi.

Mesothelioma adalah kanker lapisan paru-paru. Sedikit paparan terhadap asbestos bisa mengakibatkan ini, tapi bukan berarti terpapar asbestos pasti berbuntut mesothelioma.

Saat ini tak ada cara menyembuhkan mesothelioma.

Terkait renovasi rumah, produk dengan asbestos yang tidak diutak-atik dan utuh relatif aman, namun berbahaya bila dipotong, dibor, atau diamplas, karena melalui proses macam itu serat asbestos bisa terurai dan dihirup.  Sebelum merenovasi dan meruntuhkan rumah, penting untuk mencari tahu produk-produk mana dalam rumah tersebut yang mengandung asbestos.

Artikel ini telah ditinjau oleh Dr Bruce Robinson dari Departemen Pengobatan Pernafasan di Rumah Sakit Sir Charles Gardener dan Direktor Pusat Penyakit Terkait Asbestos Nasional.