Inilah Cara Australia Bantu Alumninya di Indonesia

Inilah Cara Australia Bantu Alumninya di Indonesia

Inilah Cara Australia Bantu Alumninya di Indonesia

Terbit 25 February 2014, 11:07 AEDT

Selain aktif mengajak pelajar Indonesia menimba ilmu di negaranya, pemerintah Australia juga ikut membantu mempromosikan lulusan Australia untuk mendapatkan peluang pekerjaan yang berkualitas di tanah air dengan menggelar bursa kerja khusus bagi alumni Australia.

Anda yang tengah belajar di luar negeri khususnya Australia, selain berkonsentrasi dengan bidang studi yang anda tekuni, sebaiknya juga tetap rajin membangun dan membina hubungan dengan rekan dan jaringan.

Karena hal itu akan sangat berguna setelah anda lulus dan hendak berkiprah di Indonesia.

Itulah antara lain saran Aditia Sudarto, salah seorang alumni Australia dalam seminar profesi dan berbagi karir dari alumni di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI Jakarta, Sabtu (22/2/2014).

Seminar itu adalah bagian dari bursa kerja alumni Australia 2014 yang digelar Komisi Perdagangan Australia (Austrade) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Mahasiswa Australia (IKAMA).

Berdasarkan pengalamannya, Aditia Sudarto yang lulusan S-2 Manajeman Sumber Daya Manusia dari Universitas Monash, Melbourne, Victoria ini mengatakan mengandalkan kualifikasi sebagai lulusan Australia saja belum tentu menjamin kemudahan mencari pekerjaan di dalam negeri.

“Sebetulnya dengan parameter jadi lulusan Australia itu mudah. Tapi ternyata ada hal lain yang dibutuhkan. Pencapaian akademik itu penting, tapi ternyata membuat jaringan (networking skills) itu juga sama pentingnya," katanya.

"Kembali ke Indonesia, saya waktu itu dianggap over qualified dan perusahaan juga takut mempekerjakan saya. Takut tidak bisa bayar gaji juga karena lulusan Australia. Jadi bangun jaringan kontak secepat dan seluas mungkin. Waktu di Australia kontak pastinya dengan teman lama di Indonesia. Tetaplah bina hubungan tersebut, " kata Aditia Sudarto.

Tetap Membina Hubungan

Ternyata pengalaman Aditia Sudarto, juga banyak dihadapi mahasiswa lulusan Australia lain. Seperti Reinard Indratama, lulusan S-2 Ilmu Keuangan Terapan dari Universitas Monash. Ia baru kembali dari di Australia bulan Desember lalu, dan tengah mencari pekerjaan. Ia mengaku menghadapi tantangan serupa.

“Lumayan yah, memang ada tantangan sendiri bagi lulusan Australa di Indonesia karena bagaimanapun yang kita pelajari ada di Australia dan koneksi-koneksi kita terutama kita membina hubungan di Australia,” katanya.

Untuk menjembatani alumni Australia dengan dunia kerja,  Austrade bekerja sama dengan IKAMA menggelar bursa kerja alumni Australia 2014.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya.  Menurut Ketua IKAMA, Hermanto Dardak, lulusan Australia cukup banyak diminati oleh dunia kerja Indonesia, dan event seperti ini menjadi ajang yang efektif mempertemukan kedua pihak tersebut.

“Forum ini bisa mempertemukan alumni dengan berbagai perusahaan, baik yang terkait dengan Australia dan perusahaan pada umumnya yang memerlukan karyawan dengan kriteria atau kualifikasi yang mereka berikan. Dan umumnya memang yang lulus dari Australia pada tahun lalu cukup diberikan apresiasi,” jelasnya.

Hemanto Dardak menambahkan lewat event ini IKAMA juga berharap partisipasi alumni Australia dalam pembangunan Indonesia dapat lebih ditingkatkan. Artinya lebih banyak lulusan Australia yang berkiprah memajukan pembangunan di dalam negeri.

“Banyak yang pulang, tapi ada juga yang bekerja di luar negeri, bukan hanya di Australia. Tapi saya tekankan bahwa sekarang ini pembangunan di Indonesia terus dipercepat.  Apalagi ada percepatan pembangunan infrastruktur dan sudah groundbreaking kurang lebih sekitar Rp820 trliun. Artinya itu ada ruang untuk pekerjaan yang terkait,” kata Hermanto.

250 Perusahaan Australia di Indonesia

Sementara itu Komisaris Perdagangan Australia (Austrade), Kym Hewweth mengatakan peluang bagi alumni Australia untuk bekerja dengan perusahaan Australia yang beroperasi di Indonesia juga sangat besar.

Dan lembaganya terus berusaha menjembatani kedua pasar tersebut. Austrade berencana menggelar event ini setiap tahun dan menarik perusahaan lebih banyak untuk ikut berpartisipasi. Di mata pebisnis Australia pemuda Indonesia lulusan Australia sangat memenuhi kriteria SDM yang mereka butuhkan.

"Ada sekitar 250 perusahaan Australia yang beroperasi di Indoensia. Kami mengontak mereka terutama perusahan besar dan mereka mengatakan tantangan bisnis yang mereka hadapi sejauh ini adalah menemukan SDM yang baik. Mereka berminat merekrut alumni pelajar Indonesia yang belajar di Australia," jelas Hewweth.

"Alasannya, mereka tahu pendidikan di Australia bagus. Mereka juga telah memahami budaya australia dan bisnisnya serta bagaimana operasinya dan nilai-nilai di Australia.  Dan itu menjadi daya tarik utama yang dicari perusahaan Australia di Indonesia untuk merekrut lulusan australia," kata Kym Hewweth.

Dalam bursa kerja alumni Australia ke-2 pekan lalu di Jakarta, ada sekitar 30-an perusahaan yang terlibat dari berbagai sektor seperti perbankan, keuangan, konsultan, properti, pertambangan, konstruksi dan pendidikan.

Lebih dari 300 alumni berbagai institusi pendidikan di Australia hadir untuk menyerahkan lamaran pekerjaan mereka ke perusahaan-perusahaan yang mereka minati. Ada juga yang sekadar bertemu dengan teman sesama alumni mahasiswa Australia.

Seorang pengunjung, Karina  Eviliani, alumni  Mcquarie University di Sydney, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.

Kontributor

Iffah Nur Arifah

Iffah Nur Arifah

Reporter

Iffah adalah jurnalis Radio Australia pertama yang berbasis di Jakarta. Liputannya mencakup berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di Indonesia.