Mewakili Indonesia Untuk Footy di Australia

Mewakili Indonesia Untuk Footy di Australia

Mewakili Indonesia Untuk Footy di Australia

Terbit 11 June 2014, 11:30 AEST

Sekelompok anak muda di Indonesia  mencoba bermain footy, olahraga asal Australia, dengan harapan agar bisa mendapat pencerahan, atau setidaknya semangat baru dalam hidup mereka. Salah satu mimpi besar mereka adalah bermain di Australia dan dilirik oleh salah satu tim footy di Australia.

"Kalau bola hanya sekedar main bola, enggak ada masa depannya dan kesempatannya kurang... Kalau main footy ini, dari pengalaman saya sendiri, baru ikut berlatih dua tahun tapi sudah berkesempatan untuk bermain di kejuaraan internasional," ujar Timbul Kukuh Santoso.

Footy mungkin menjadi pilihannya mengingat olahraga ini belum terlalu banyak peminatnya di Indonesia. Tetapi olahraga asal Australia yang menggabungkan unsur sepakbola dan rugby ini sangatlah populer di Australia.

Sudah dua tahun Timbul rajin berlatih footy bersama tim footy di Balikpapan, Borneo Bears. Ia mengaku kalau olahraga footy ini terlihat keras, tetapi sebenarnya tidak membutuhkan emosi seperti saat bermain sepakbola.

"Kalau sepakbola, ada pelanggaran sedikit kena kartu kuning atau merah, tapi di olahraga footy, kita bisa berekspresi asal masih tetap pada peraturan, seperti misalnya men-tackle (menghardik lawan untuk merebut bola)," jelasnya.

Borneo Bears berlatih dua kali seminggu dii lapangan yang disulap menjadi seperti lapangan footy. Foto: Erwin Renaldi, ABC International
Seperti Timbul, Mahendra Gilang Saputro juga pertama kali mencoba olahraga ini saat ia melihat temannya yang bermain footy dan langsung punya kesempatan untuk bermain di luar Balikpapan.
"Saya merasa senang karena olahraga footy ini berbeda dengan olahraga lain, karena dengan olahraga ini kita bisa menendang bola, menangkap bola, dan mentackle lawan secara bebas," ujar Mahendra kepada Erwin Renaldi dari ABC International.
Dengan teknik dan peraturan yang sangat berbeda dibandingkan sepakbola, Mahendra mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa lebih mengerti soal footy. Ia pun sebelumnya tidak tahu kalau sepakbola ini berasal dari Australia.
"Saya sebelumnya tidak mengetahui permainan ini berasal darimana, setelah saya mengikutinya saya mengetahui bahwa olahraga ini berasal dari Australia," ungkap Mahendra.
Mahendra butuh lima bulan untuk mempelajari semua peraturan dan teknik olahraga footy. Foto: Erwin Renaldi, ABC International

Pelatih Borneo Bears, Shane Kruger, adalah warga Australia yang bekerja di sebuah perusahaan kontraktok di Balikpapan. Olahraga footy memang pertama kali diperkenalkan oleh para ekspatriat atau warga Australia yang bekerja di Indonesia.
Borneo Bears didirikan pada tahun 2008 oleh sekelompok ekspatriat asal Australia dengan maksud untuk memperkenalkan Australia lewat cabang olahraga. Di Indonesia tercatat ada tiga tim footy besar. Selain Borneo Bears, ada pula Bali Geckos di Pulau Dewata dan Jakarta Bintang di ibu kota Jakarta. 
"Awalnya footy ini hanya dimainkan sebagai kegiatan sosial para ekspatriat, kita hanya ingin memperkenalkannya kepada warga Indonesia soal footy ini." kata Kruger.
Menurutnya, para pemain Indonesia kini sudah memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
"Mungkin mereka tidak seagresif pemain Australia dalam hal menyerang lawan dan melakukan kontak tubuh, tapi kami perkenalkannya perlahan-lahan. Dan kini mereka sudah lebih terbiasa untuk bisa bermain sedikit 'kasar', ujar Kruger.
Tim Borneo Bears pernah memenangkan kejuaraan footy Piala ANZAC di Indonesia saat melawan Gecko Bali dan Jakarta Bintang.
Timbul Kukuh Santoso, siap bertandang ke Melbourne di kejuaraan Piala Internasional Footy tahun ini. Foto: Erwin Renaldi, ABC International
Bulan Agustus 2014, Indonesia akan mengirimkan tim nasional Aussie footy untuk pertama kalinya ke pertandingan Australian Football League International Cup di Melbourne. Melbourne adalah kota kelahiran olahraga footy.
Sejumlah pemain dari Borneo Bears akan bergabung bersama pemain dari tim footy lainnya di Indonesia untuk menjadi perwakilan di pertandingan tersebut.
Mereka akan berhadapan dengan lebih dari 20 tim dari negara lainnya, seperti Papua Nugini, Amerika Serikat, dan Cina.
Untuk persiapan, intensitas latihan pun semakin meningkat.
"Persiapannya hanya latihan, latihan saja yang keras dan maksimal, terutama kerjasama timnya harus terbentuk," ujar Mahendra.

Sementara Timbul mengaku kalau Papua Nugini akan menjadi lawan yang akan cukup ditakutinya.

"Menurut informasi yang paling berat musuhnya adalah Papua Nugini, karena mereka sudah juara di tahun 2001 dan 2011 di piala internasional," ujar Timbul.

Shane Kruger berharap kalau aksi mereka di Melbourne mendatang bisa membuahkan hasil, sesuai dengan mimpi dan harapan para pemain Indonesia.

"Mereka berharap bisa dilirik dan diajak berlatih dan bermain oleh tim footy yang ada di Australia. Itu adalah mimpi mereka dan saya membantu sebaik mungkin agar mereka bisa mewujudkannya," kata Kruger.

Simak latihan Borneo Bears di markas mereka di Balikpapan, Kalimantan Timur, disini.

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.