Pria Australia Naik Motor Aceh - Jakarta untuk Galang Dana

Pria Australia Naik Motor Aceh - Jakarta untuk Galang Dana

Pria Australia Naik Motor Aceh - Jakarta untuk Galang Dana

Diperbaharui 22 August 2014, 12:56 AEST

Samuel Bashfield, warga Australia asal Melbourne baru saja menyelesaikan program kuliah satu semester di Korea Selatan. Tapi sebelum kembali ke Australia, ia mampir ke Indonesia dan mencoba naik sepeda motor dari Aceh hingga Jakarta. Ini bukanlah perjalanan biasa.

Samuel Bashfield, yang lebih sering disapa Sam, sudah tahu banyak soal Indonesia.

Ia sudah beberapa kali mengunjungi beberapa kota di Sumatera, belajar bahasa Indonesia. Bisa dikatakan kalau Sam  pun cukup fasih berbahasa Indonesia, karena juga aktif bergabung bersama organisasi kepemudaan Australia Indonesia (Australia Indonesia Youth Association atau AIYA).

Tentunya untuk mengenal Indonesia lebih banyak dengan cara yang berbeda sudah menjadi impiannya sejak lama.

Samuel Bashfield menempuh waktu 10 jam dari Bukit Lawang menuju Danau Toba (Foto: koleksi pribadi)

Ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah negara Bagian Victoria untuk belajar selama satu semester di Korea Selatan. Setelah selesai, Sam memutuskan untuk menjajal kegemarannya naik motor keliling pulau Sumatera.

Tetapi tujuan akhirnya bukanlah di Sumatera, melainkan di Jakarta. Rencananya, Sam akan naik naik kapal feri untuk menyeberang ke Pulau Jawa.

Perjalanan yang ia lakukan kali ini bukan semata untuk kesenangannya pribadi. Tetapi ia memiliki misi untuk menggalang dana bagi Yayasan Jantung Victoria di Australia

Saat Sam naik motor menyebrangi sungai (Foto: koleksi pribadi)

"Kakek saya, Bill Bashfield adalah juga seorang petualang sejati. Ia meninggal dunia karena serangan jantung tahun lalu. Untuk mengenangnya, saya ingin menggalang dana untuk yayasan yang akan membantu mereka yang memiliki masalah jantung," ujar Sam.

Motor yang ia gunakan, ia beli di kota Aceh. Bukanlah motor baru, melainkan bekas, dari seorang warga sekitar.

"Saya mencoba motor yang lima juta, dan tujuh setengah juta. Yang terakhir justru lebih bagus. Saya memutuskan untuk membayar ekstra, daripada menyesal di kemudian hari," kata Sam kepada reporter ABC, Erwin Renaldi.

Dengan latar belakang rumah tradisional Batak (Foto: koleksi pribadi)

Sebagai bagian dari persiapannya, Sam membawa motornya ke bengkel. Ia menghabiskan sekitar 120 ribu rupiah untuk mengganti oli, uji coba mesin, memperbaiki rem, dan mengganti bungkus sadel motornya.

Dari Banda Aceh, tujuan pertamanya adalah Meulaboh. Sekitar 250 KM dari Banda Aceh.

"Saya sangat tertarik sekali melihat pantai yang pernah dihantam oleh Tsunami... Meulaboh bisa dikatakan sebagai tugu peringatan Tsunami yang paling parah menerpa Indonesia," jelas Sam.

Ia pun sempat untuk berkunjung ke Museum Tsunami.

Rencana menggalang dana hingga 30 juta rupiah (Foto: koleksi pribadi)

Perjalanan menyusuri pulau Sumatera tentunya adalah petualangan sesungguhnya bagi Sam.

Jalanan yang berbatu, berliku-liku, berada di tempat yang belum pernah dikunjungi, menjadi tantangan.

Tapi yang menyenangkan bagi Sam adalah melihat keindahan alam Indonesia, selain juga berjumpa dengan banyak orang yang berbeda-beda setiap harinya.

"...saya pernah bertemu dengan para pekerja konstruksi jalanan, kemudian kita sama-sama memasak ikan diatas arang. Benar-benar seperti sebuah pesta, saya kemudian kekenyangan dan tidur dengan perasaan senang," aku Sam.

Pernah juga suatu hari ia sama-sama berpergian dengan seseorang, yang membawa istri, dan bayinya dalam satu motor. Hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya di Australia.

"Keluarga tersebut sangat baik sekali, mereka membawa kue, dan berbagi dengan saya..."

Perjalanan dari Aceh ke Jakarta ini, ia tulis setiap hari melalui blognya.

Sam berharap kalau tulisannya ini bisa mengangkat nama Indonesia, yang biasanya diberitakan kurang baik oleh beberapa media di Australia.

Lewat perjalanan sepanjang lebih dari 3.000 kilometer ini, ia berharap akan menggalang dana hingga kurang lebih 30 juta rupiah.