Inspirasi Wirausaha Sosial Jadi Tema Diskusi AIBF 2016

Inspirasi Wirausaha Sosial Jadi Tema Diskusi AIBF 2016

Inspirasi Wirausaha Sosial Jadi Tema Diskusi AIBF 2016

Terbit 11 May 2016, 16:06 AEST

Australia Indonesia Business Forum (AIBF) 2016 yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Universitas Monash menampilkan tema utama wirausaha sosial dengan mendatangkan pembicara dari Indonesia guna memberikan inspirasi kepada para mahasiswa Indonesia di Australia.

Acara AIBF ini diselenggarakan hari Sabtu (7/5/2016) dengan pembukaan menghadirkan Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro.

Dalam sesi diskusi yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut, tema wirausaha sosial ini menampilkan Tirka Widanty, Presiden Yayasan Kul Kul, Green School di Bali dan Andre Louhanapessy dari Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

Dalam paparannya, Tirka Widanti berbagi pengalaman dan tips tentang membangun bisnis dengan tema akrab lingkungan (environmental friendly).

Widanty mencontohkan bagaimana di sekolahnya Green School di Bali, mereka  memberikan ide kepada murid-murid untuk menggunakan alat atau bahan-bahan alami dan mengedukasikan anak-anak untuk lebih memperhatikan lingkungan sejak dini.

"Contohnya sekolah ini menggunakan Bio-Buspara murid belajar untuk mengubah minyak untuk masak menjadi Bio-Fuel untuk bahan bakar bus sekolah mereka. " kata Widanti.

Andre Louhanapessy dari Yayasan Cinta Anak Bangsa. (Foto: PPIA Monash)
Andre Louhanapessy dari Yayasan Cinta Anak Bangsa. (Foto: PPIA Monash)

Sementara itu Andre Louhanapessy Penasehat Internasional Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) membagi pengalamannya dalam mengurangi masalah sosial di Indonesia melalui YCAB.

YCAB yang berawal dari sebuah LSM telah melewati 15 tahun untuk menjadi badan sosial.

"  YCAB mempunyai visi “to love and enable youth through hope and opportunity" (mengasihi dan memberdayakan anak-anak muda lewat harapan dan kesempatan. Misi kami adalah agar warga Indonesia untuk lebih peduli dan mau untuk membantu mengurangi masalah pendidikan di Indonesia." kata Andre.

Selain berbicara soal wirausaha sosial, Forum yang sudah dilangsungkan untuk tahun ketiga ini juga menampilkan tiga pembicara muda yang bertujuan menginspirasi pelajar Indonesia di Australia untuk menjadi leader dan juga pembisnis yang memperdulikan aspek lain selain mencari keuntungan.

Michael Rafferty yang adalah manajer utama di Development Dimensions International (DDI) Victoria membahas bagaimana seorang pemimpin yang baik dapat membangun perkembangan berkelanjutan di sebuah perusahaan.

Disamping itu, beliau juga menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk memiliki jiwa kepemimpinan daripada hanya sekedar menjadi seorang pengusaha, karena hal ini dapat berdampak positif pada sesejahteraan penduduk Indonesia.

"Nilai kepemempinan ini merangkup cara berkomunikasi dan penyampaian aspirasi yang baik kepada orang lain." kata Rafferty.

Pembicara yang lainya adalah Hadi Ismanto direktur dan penerbit di Manual Jakarta yang membahas tren sosial dan bisnis yang sedang berkembang khususnya di kalangan anak muda, yang dapat dijadikan inspirasi dan dasar pengetahuan bagi para mahasiswa Indonesia untuk memulai bisnis kelak setelah mereka kembali ke Indonesia.

Dalam pembahasannya, beliau menceritakan pengalamannya dalam membangun Manual Jakarta pada usia yang relatif muda dan halangan – halangan yang beliau hadapi dalam pembangunannya. Selain itu, beliau juga berbagi cerita mengenai anak – anak muda Indonesia lulusan Australia yang sukses membangun bisnis di Indonesia, berserta dampak apa saja yang sudah dihasilkan di masyarakat Indonesia.

Alanda Kariza dari Sinergi Muda Indonesia. (Foto; PPIA Monash)
Alanda Kariza dari Sinergi Muda Indonesia. (Foto; PPIA Monash)

Pembahasan berikutnya yang tidak kalah menarik dibawakan oleh Alanda Kariza, seorang penulis muda berbakat yang juga merupakan direktur dari Sinergi Muda Indonesia.

Sinergi Muda adalah sebuah organisasi sosial yang bertujuan untuk memperdayakan generasi muda Indonesia agar berani menghasilkan perubahan positif dan menyelesaikan isu-isu sosial di Indonesia.

Dalam presentasinya, Alanda membahas mengenai beberapa program yang sudah dilakukan beserta dampak positif pada masyarakat Indonesia.

"Generasi muda Indonesia harus berani untuk mengutarakan aspirasi mereka guna mendatangkan perubahan positif di Indonesia." kata Alanda.

Selain topik wirausaha sosial dan motivasi, peserta Australia Indonesia Business Forum (AIBF) ini juga mendapatkan update terbaru mengenai perkembangan ekonomi dan politik baik di Indonesia maupun di Australia.

Dalam sesi mengenai ekonomi, Anton Gunawan ekonom kepala Bank Mandiri membahas kondisin ekonomi Indonesia saat sedangkan Helen Brown wartawan senior ABC yang pernah menjadi koresponden di Jakarra membahas masalah politik.

Astrid Andista dan Fahrulia Emeralda adalah mahasiswa Monash University.