Kajian Mengenai Australia Dihilangkan dari Laporan Perubahan Iklim PBB

Kajian Mengenai Australia Dihilangkan dari Laporan Perubahan Iklim PBB

Kajian Mengenai Australia Dihilangkan dari Laporan Perubahan Iklim PBB

Terbit 27 May 2016, 16:41 AEST

Semua referensi terhadap Australia telah dihapus dari laporan PBB tentang perubahan iklim setelah Departemen Lingkungan menyatakan keprihatinan itu bisa menyebabkan kebingungan dan berdampak negatif bagi pariwisata nasionalnya.

Semua referensi terhadap Australia telah dihilangkan dari Laporan PBB mengenai Perubahan Iklim setelah Kementerian Lingkungan Federal Australia menyampaikan keprihatinannya kalau penyebutan itu akan memicu kebingungan dan dampak negative bagi industri pariwisata Australia.
 
Laporan yang diterbitkan bersama antara UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation), Union of Concerned Scientists and the United Nations Environmental Program (UNEP), awalnya mengandung sebuah bab khusus mengenai Great Barrier Reef dan sebagian kawasan di Kakadu dan Hutan Tasmania.
 
Sebuah pernyataan dari Kementerian Lingkungan mengatakan pihaknya "mengindikasikan tidak mendukung salah satu situs warisan dunia Australia itu dimasukan dalam laporan tersebut.
 
Ia juga mengatakan Menteri Lingkungan Federal Australia, Greg Hunt tidak terlibat atau diberi penjelasan mengenai masalah ini.
 
Will Steffen, salah satu pengulas ilmiah untuk laporan UNESCO, Profesor Emeritus di Australian National University (ANU) dan Kepala Dewan Iklim, adalah salah satu orang yang membuat penilaian ilmiah dari kondisi Great Barrier Reef untuk laporan tersebut.
 
Dia mengaku sangat terkejut ketika mengetahui Australia tidak termasuk dalam laporan itu, karena itu merupakan salah satu studi kasus utama dalam laporan tersebut.
 
"Great Barrier Reef jelas bukan hanya merupakan salah satu situs warisan dunia yang paling ikonik di Australia, tapi itu merupakan situs ikonik global dan menjadi salah satu situs di mana ancaman perubahan iklim terlihat paling menonjol," katanya.
 
Will Steffen mengatakan sepengetahuannya tentang bagaimana laporan tersebut akan digunakan hanya sebagai laporan umum UNESCO saja di mana mereka mengemukakan informasi tentang isu-isu skala global.
 
"Ini laporan yang bersifat informative. Ini bukan dokumen yang memiliki tujuan tertentu kecuali hanya memaparkan risiko perubahan iklim apa saja yang benar-benar terjadi di beberapa tempat paling indah di planet ini."
 
Sementara itu Departemen Lingkungan Australia mengatakan salah satu hal yang menjadi keprihatinan mereka adalah judul dalam laporan itu, 'Destinations At Risk(Destinasi wisata yang terancam).
 
Departemen Lingkungan Australia menilai judul itu berpotensi memicu kebingungan yang signifikan karena enam bulan sebelumnya Komite Warisan Dunia telah memutuskan untuk tidak menyertakan Great Barrier Reef dalam daftar situs warisan dunia yang terancam punah.
 
Will Steffen mengatakan ada perbedaan dalam hal terminologi tersebut.
 
"Memang ada hal teknis terkait daftar warisan dunia yang terancam punah, tapi masalah tercantum atau tidak dalam daftar itu, yang sudah tidak diragukan lagi adalah bahwa Great Barrier Reef sangat berisiko akibat kenaikan suhu laut, pemutihan karang, dan salinasi/pengasaman laut.
 
"Kondisi itu terdokumentasikan dengan sangat baik. Kami baru saja mengamati selama bulan lalu seperti apa kondisi persisnya kawasan Great Barrier Reef,”
 
Will Stefen mengatakan dirinya tidak pernah mengontak Departemen Lingkungan dan tidak mencari penjelasan untuk keputusan ini.