Siapa Kami

Hidayat Djajamihardja

Produser Eksekutif RASI

Pria kelahiran Jakarta ini akrab dipanggil 'Kang Hid' di tengah keluarga kecil RASI. Memulai karirnya di Radio Australia kantor Jakarta sebagai jurnalis lokal, wartawan tiga zaman ini melaporkan berbagai peristiwa politik, ekonomi dan sosial yang menjadi bagian sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Selain menjadi saksi mata naik turunnya semua presiden RI, ia juga meliput operasi militer di Aceh, Timor Timur, Kalimantan Barat dan Irian Barat. Di tahun 1969, ia pindah ke Australia dan bergabung dengan kantor induk RASI di Melbourne. Saat ini, selain menjadi 'pemimpin pasukan' RASI, ia juga mengasuh acara 'Musik Country Australia'. Selain menikmati waktu luang bermain dengan cucu-cucunya, ia gemar berkebun dan memasak. Kang Hid tercatat sebagai satu dari sedikit warga Melbourne yang berhasil memelihara pohon pisang hingga berbuah, hal yang sangat jarang terjadi di negara bagian Victoria yang dingin.

Enny Wibowo

Penyiar

Bergabung dengan Radio Australia sejak tahun 1984, Enny pernah mengasuh acara mulai dari yang santai sampai yang serius, dari acara untuk remaja hingga untuk wanita. Saat ini, dengan berlatar pendidikan yang gado-gado antara lain planologi, psikologi, manajemen informasi dan bisnis, ia mengasuh acara 'Info Kesehatan', 'Women On the Move', dan suaranya juga dapat didengar dalam program interaktif dengan dengan radio mitra.

Juni Tampi

Penyiar

Sarjana Sastra Inggris asal Pekalongan ini pernah bekerja di Kedutaan Besar Kanada di Jakarta. Kecintaannya kepada radio mengantarkannya bergabung dengan RASI pada bulan April 1985. Kini ia mengasuh Acara 'Multikultural Australia' yang didukung minatnya untuk mengetahui budaya dunia. Ia juga narator sekaligus koordinator seri pelajaran 'Bahasa Inggris Pariwisata' dan 'Bahasa Inggris untuk Studi' di Australia.

Nuim Mahmud Khaiyath

Penyiar

Banyak julukan yang pantas dilekatkan pada laki-laki rendah hati asal Medan ini: ensikolopedia berjalan, juru cerita yang piawai, gudang lelucon berbagai bangsa dan budaya, penceramah agama, dan seterusnya. Suara baritonnya yang khas antara lain menyapa pendengar melalui 'Media Manca Negara dan Australia Today'. Bagi banyak penggemar di Indonesia, kepiawaian Nuim bertutur tentang berbagai hal dengan penuh semangat membuatnya selalu ditodong permintaan, "Wah tambah lagi waktunya, Bang Nuim!" Ia memulai karir sebagai reporter hingga pemimpin redaksi di salah satu koran di Medan, kemudian dikontrak oleh BBC London, lalu ke RASI lantas kembali ke BBC London. Tapi Melbourne adalah kota pilihan baginya, Sejak 1972 ia kembali bergabung dengan RASI dan telah pernah mencapai puncak karir sebagai Produser Eksekutif. Prinsip hidup tenang dan bahagia yang sering dibaginya adalah: "Sukailah apa yang Anda kerjakan, jangan hanya mengerjakan apa yang Anda sukai!"

Oska Leon Setyana

Penyiar

Di awal tahun 1970an, Oska Leon Setyana, sempat menjadi penyiar di radio swasta niaga di Bandung, yaitu Radio Paramuda dan Radio Maestro. Bergabung dengan RASI di tahun 1983, Oska yang piawai di bidang teknis komputer dan peralatan studio ini kini mengasuh acara hiburan Minggu pagi berjudul PAGEM MILI (Pagi Gembira Musik Indah Lagu Indah) yang terkenal dengan pilihan lagu sedap dan segmen 'Apa Kata Orang'. Ia juga mengasuh acara 'Lingkungan' dan 'OZI Jazz'.

Dian Islamiati

Penyiar

Penggemar masakan Jepang ini sudah malang melintang di dunia jurnalistik dan penyiaran sejak 1992, saat bergabung di stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, RCTI. Dengan alasan senantiasa membutuhkan tantangan baru, ia kemudian bekerja sebagai produser untuk NOS-TV Belanda kemudian pindah lagi menjadi produser program dokumenter dan pembawa acara TV kabel Quick Channel. Karya dokumenternya menjadi langganan dalam sejumlah festival film di Indonesia. Dian hijrah ke Melbourne pada tahun 2001 untuk bergabung bersama RASI. Ia mengasuh acara 'Dunia Layar Lebar' dan melakukan siaran interaktif bersama radio mitra RASI di Indonesia. Meskipun tidak pernah mendapatkan angka 9 matematika di sekolah, tapi gadis yang sering menggunakan kacamata terbalik ini ahli dalam 'carbon accounting' atau menghitung emisi. Karenanya ia rajin berkebun untuk menghilangkan rasa bersalah atas' carbon footprint' dari emisi gaya hidupnya yang sulit ditinggalkan: berkelana, seperti judul film Rhoma Irama.

Tito Ambyo

Penyiar

Jurnalis adalah profesi pilihan alumni La Trobe University ini. Tapi herannya, ia selalu lebih bersemangat bercerita tentang keahliannya membuat kopi. Sebelum bergabung dengan RASI pada 2008, Tito bekerja sebagai pengajar bidang studi Asia 'University of Melbourne' dan membuat film dokumenter (salah satunya mendapat penghargaan di festival film di Australia). Sekarang, ia menjadi penanggung jawab blog Radio Australia Rantang (http://www.rantang.com.au), mengasuh acara 'Pendidikan dan Teknologi dan Rantang Radio', juga terlibat sebagai reporter untuk acara bahasa Inggris, seperti 'Tech Stream', 'Connect Asia', dan 'Radio Australia Today'. Selain itu, dia juga masih aktif melakukan penelitian tentang jurnalisme dan Internet.

Sabrina Lilir

Lulusan Media Komunikasi dan Hukum 'University of Melbourne' ini mulai bekerja sebagai penyiar RASI sejak Oktober 2008. Sering dipanggil sebagai 'si bungsu' di keluarga kecil RASI, Sabrina mengaku paling menikmati proses belajar atau mencuri ilmu dari para penyiar senior lainnya. Saat ini mengasuh acara 'Santai Sama Sabrina' di hari Minggu, 'Ozzipop', 'M2K' (Muda Mudi Kini), 'Y space Radio Australia Today' dan menggawangi blog Radio Australia, 'Rantang' (http://www.rantang.com.au). Dikenal sebagai pekerja keras yang selalu bersemangat, ia juga berada di balik kesuksesan sejumlah kegiatan kerjasama RASI dengan berbagai lembaga mitra di Indonesia dan Australia.

Lily Yulianti Farid

Setelah 4,5 tahun bekerja untuk Radio Jepang, NHK di Tokyo, Lily kembali ke Melbourne melanjutkan studi S3 bidang jender dan media di 'University of Melbourne' dan bergabung kembali dengan RASI sejak Januari 2010. Ia sebelumnya menjadi kru RASI pada 2001-2004. Menyebut diri sebagai pelupa yang sering ketinggalan barang di mana-mana, ia berprinsip pantang melupakan kebaikan begitu banyak orang yang berjasa dalam karir jurnalistiknya yang dirintis di penerbitan kampus Identitas Unhas Makassar dan di Harian Kompas. Lily juga menulis cerita pendek, mengembangan 'citizen journalism' dan memproduksi teater monolog. Ibu satu anak ini menyebut tidur siang sebagai hobi yang paling abadi.

Sudirman HN

Penyiar

Pria kelahiran Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan ini bergabung di RASI sejak 2005. Menyebut dirinya sebagai penulis, selain profesi resminya sebagai dosen di Universitas Hasanuddin, Makassar, Pria kutu buku ini pernah juga menjajaki kemungkinan menjadi penyair di masa mudanya. Kini Sudirman mencurahkan sebagian besar waktunya menyelesaikan studi di bidang kesehatan masyarakat, untuk meraih gelar PhD dari 'University of Melbourne'.

Denny Herlambang Slamet

Manajer Jaringan Radio Australia

Memulai karirnya di radio 'REKS FM' Garut, Jawa Barat, ia kemudian hijrah ke Jakarta, bergabung dengan 'Internews Indonesia' sebagai pelatih bagi puluhan mitra radio. Di tahun 2002, Denny magang di RASI (Australia), ikut pelatihan di 'Western Kentucky University' (AS), 'Chennai University' (India) dan 'Training the Trainers di Radio Netherland Training Centre / RNTC' (Belanda) tahun 2006. Mendirikan LSM 'Medianet Indonesia' dengan mengusung kampanye melawan perdagangan manusia. Ia juga aktif mengembangkan Radio Komunitas. Untuk televisi, ia pernah mengembangkan program kewirausahaan ''Cabe Rawit'' bersama Liputan 6 SCTV; strategi pengembangan berkelanjutan Usaha Kecil Menengah untuk 'Swisscontact Indonesia' dari 2006 hingga 2008. Denny menjadi koordinator media dan komunikasi dalam pengendalian produk tembakau dan rokok di Indonesia melalui 'Smoke Free Jakarta' dan yakin bahwa laki-laki lebih jantan bila tidak merokok.

Iffah Nur Arifah

Reporter

Bertubuh mungil tapi gesit, Iffah yang lebih senang disapa Ipe ini merupakan jurnalis RASI pertama di Jakarta. Sebelum bergabung pada 2006, ia bekerja pada 'Internews' Indonesia. Namun profesi jurnalis yang telah ditekuninya lebih dari 10 tahun ini sendiri dirintisnya di perantauan, tepatnya di kota Medan saat ia menimba ilmu di FISIP USU pada tahun 1998. Ia menjadi reporter majalah kampus hingga berkeliling kota Medan dan sekitarnya meliput berita untuk Radio Kiss FM Medan. Laporan-laporan yang dibuatnya telah memberikan kesempatan mengikuti sejumlah program pelatihan jurnalistik di luar negeri. Hasil liputan Ipe utamanya mengisi acara andalan RASI, 'Tinjauan Hari Ini'.

Laban Abraham Laisila

Reporter

Nyonyo panggilan akrabnya. Bergabung dengan Rasi sejak 2009. Mulai berprofesi sebagai Jurnalis di radio berita lokal di Bandung pada 2001 dan hijrah ke Kantor Berita Radio 68H sampai akhirnya terpilih menjadi Jurnalis di Rasi. Pernah memenangi kompetisi 'feature' radio tingkat nasional soal energi alternatif dan menjadi salah satu nominator karya 'feature' dari United Nation Development Program soal akses keadilan. Cerpennya juga pernah masuk kumpulan terbaik 'Harian Kompas'.

Sujanti Tjandra

Manajer Operasional

Memulai karirnya sebagai staf operasional di Kantor Radio Australia Perwakilan Indonesia pada tahun 1979, Yanti bertugas mengurus administrasi, menyebarluaskan buku-buku pelajaran Bahasa Inggris dari Australia dan berbagai urusan logistik peliputan untuk wartawan-wartawan ABC dan Radio Australia. Tahun 2005, ia menerima penghargaan 25 tahun pengabdian dari Managing Director Australian Broadcasting Corporation.

Kontak kami

Silakan mengajukan pertanyaan atau memberikan komentar.

Kotak Pos

Radio Australia
GPO Box 428, Melbourne
Australia 3001

Radio Australia
Kotak Pos 2299
Jakarta 10001

Telpon

Australia
Jam kerja (UTC+10)
No Internasional: + 61 39626 1800

Indonesia
No Internasional: + 62 21 390 8123

Faksimili

Australia
No Internasional: + 61 39626 1957
No Internasional: + 61 39626 1899

Indonesia
No Internasional: + 62 21 390 8124

SMS

Anda dapat memberikan komentar dan saran melalui SMS yang akan dibahas dalam acara Suara Pendengar.

+ 61 427 727272

Radio Australia is renovating