St Martins Youth Arts Centre: belajar teater untuk hidup

St Martins Youth Arts Centre: belajar teater untuk hidup

St Martins Youth Arts Centre: belajar teater untuk hidup

Diperbaharui 7 December 2012, 14:32 AEST

Para anggota St Martins Youth Arts Centre percaya, bahwa kemampuan yang dipelajari melalui teater bukan hanya baik untuk di atas panggung, tapi juga untuk kehidupan sehari-hari.

‘My ideal theatre has no walls and is in a public place that everyone can see,’ begitu kata Victoria, 10 tahun, yang merupakan anggota St Martins Youth Arts Centre. 'Teater ideal saya tidak memiliki tembok dan bisa dilihat semua orang.'

Di St Martins Youth Arts Centre, tempat anak-anak bisa mempelajari kemampuan seni dan teater, bukan hanya anak-anak yang belajar, tapi juga mereka yang mengajari.

Kedua mata direktur artistik pusat seni tersebut, Melinda Hetzel, mendadak terlihat cerah di tengah-tengah kelelahannya dalam menyiapkan pertunjukan, ketika menjelaskan pekerjaannya.

'[Anak-anak ini] selalu memberi kejutan dan tantangan...mereka datang ke saya dan menarik saya, dan berkata: bagaimana kalau di bagian ini, kita melakukan itu, atau bagaimana kalau kita semua pura-pura jatuh?'

Melinda percaya bahwa mempelajari seni teater bukan hanya baik untuk kemampuan teater tradisional seperti bernyanyi atau menari. Menurutnya, teater juga bisa memberikan kemampuan lainnya yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

'Kami melihat berbagai keuntungan untuk anak-anak muda yang mempelajari teater...kita melihat kemampuan berkolaborasi, dan kita melihat perkembangan pribadi seperti peningkatan rasa percaya diri, kemampuan sosial,' katanya.

Dalam salah satu pertunjukannya, Accidently Ugly, ada tantangan tambahan: semua aktor muda yang terlibat memiliki gangguan pendengaran, dan beberapa tuna rungu.

Tapi di atas panggung, sulit untuk melihat bahwa anak-anak ini memiliki 'kekurangan'. Drama yang ditulis oleh para pekerja di St Martins Youth Arts Centre yang bekerja sama dengan anak-anak tersebut adalah sebuah pertunjukan penuh warna dan energi. Bahkan, teater memberikan anak-anak ini kesempatan berkomunikasi dengan cara yang mereka sangat pahami: komunikasi visual dan bahasa tubuh.

Dan berbicara tentang bahasa tubuh, Melinda Hetzel juga memiliki tips untuk Anda yang mempelajari bahasa baru:

'Karena jenis teater yang saya suka adalah sangat visual, saya memberikan penekanan atas informasi visual, bahasa tubuh, dan komunikasi empatetis. Dalam menggunakan bahasa apa pun, Anda perlu memiliki kepercayaan diri akan hal-hal tersebut.'

Ekspresi sehari-hari Sembunyikan

chipping away

empathetic communication skills

Kosa kata Sembunyikan

personal development

venue

decision-making