Transaksi berjalan RI mengalami defisit

Diperbaharui September 6, 2008 12:31:13

Transaksi berjalan Indonesia dalam triwulan kedua menderita defisit - yang pertama dalam hampir 3 tahun ini.

Menurut Bank Indonesia, perekonomian Indonesia - yang terbesar di Asia Tenggara - menderita desifit satu-setengah miliar dolar Amerika, setelah dalam triwulan pertama menikmati surplus 2,3 miliar dolar Amerika.

Gubernur Bank Indonesia Boediono tetap berusaha menenangkan suasana sesudah nilai rupiah cukup terpukul dalam tukrannya dengan dolar.

Dikatakan, defisit itu hanyalah bagian drai keadaan pasar dan sama sekali tidak mengganggu dasar-dasar perekonomian Indonesia yang disiratkannya tetap mantap.

Melemahnya nilai rupiah juga merupakan gejala global dikarenakan menguatnya dolar Amerika terhadap hampir semua mata uang dunia lainnya.

Terakhir kali transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit adalah dalam triwulan ke-3 tahun 2005, sebesar 1,2 miliar dolar.