Larangan perdagangan nuklir dengan India akan dicabut

Diperbaharui September 7, 2008 11:03:16


Ke-45 anggota Kelompok Pemasok Nuklir telah menyetujui rencana Amerika untuk mencabut larangan perdagangan nuklir dengan India yang telah berlaku 34 tahun.

Keputusan itu berarti India bisa berbagi teknologi nuklir dengan negara-negara seperti Amerika dan Australia, dengan demikian melancarkan jalan bagi suatu perjanjian nuklir tahun 2005 antara Amerika dan India yang akan dibahas Kongres Amerika.

Keputusan itu diambil menyusul perdebatan sengit menyangkut persyaratan yang dituntut kelompok itu untuk meminimalkan kikisan terhadap perjanjian larangan penyebaran nuklir yang tidak diikuti oleh India.

Perdana Menteri India menyambut gembira keputusan itu, tapi partai-partai oposisi mengatakan India telah masuk perangkap non-proliferasi Amerika dan menyerahkan hak untuk menguji-coba senjata nuklir.

Kelompok Pemasok Nuklir dibentuk di tahun 1974 sewaktu India meledakkan bom yang menggunakan plutonium dari Kanada.

Perjanjian nuklir antara Amerika dan India baru berlaku setelah diratifikasi oleh Kongres Amerika.

Kongres perlu bertindak sebelum reses di akhir September menjelang pemilihan Presiden, atau perjanjian itu bisa menjadi tak menentu nasibnya di bawah pemerintah Amerika yang baru nanti.

Sementara itu, pemerintah Australia mengatakan akan bertukar teknologi nuklir dengan India tapi tidak akan memberi negara itu uranium.