Filipina tetap larang tenaga kerja ke Libanon dan Yordania
Diperbaharui
Filipina akan tetap memberlakukan larangan mengirim tenaga kerja ke Libanon dan Yordania kendati muncul seruan agar larangan itu dicabut.
Filipina memberlakukan larangan pengiriman tenaga kerja ke kedua negara tersebut tahun ini sehubungan dengan berkobarnya aksi kekerasan di Libanon dan meningkatnya laporan tentang perlakuan sewenang-wenang terhadap pembantu rumah tangga asal-Filipina.
Akan tetapi, tenaga kerja Filipina yang telah meneken kontrak kerja dan pulang berlibur akan diijinkan berangkat kembali untuk bekerja di Yordania dan Libanon.







