Bursa saham global masih merosot tajam
Diperbaharui
Bursa saham global terjun bebas sementara tekanan semakin meningkat bagi diambilnya tindakan tegas oleh para pemimpin dunia untuk membendung krisis keuangan paling parah sejak jaman malaise.
Bursa saham mulai dari Tokyo sampai London menderita kemerosotan yang besar, menambah berat masalah yang akan dibahas para menteri keuangan dari 7 negara terkaya yang disebut G7, yang melangsungkan pertemuan di Washington.
Di London, index FTSE merosot hampir 9 persen dan harga sebagian saham anjlok 25 persen, di Frankfurt DAX merosot 8-koma-4 persen dan di Paris CAC turun 7-koma-7 persen.
Austria menghentikan perdagangan saham setelah harga-harga merosot 10 persen, sementara di Russia jual beli saham dihentikan untuk waktu yang tak ditentukan.
Di Jepang, index Nikkei-225 sempat merosot 11-koma-4 persen dan di saat bursa tutup turun 9-koma-62 persen.
Tokyo sempat menghentikan sebentar jual beli futura dan opsi sementara Nikkei mengalami kemerosotan terbesar sejak October 1987.
Suntikan baru senilai 45-setengah milyar dollar ke pasar keuangan Jepang tidak berhasil menghentikan kemerosotan ini dan krisis tersebut juga telah merenggut korbannya yang pertama di Jepang, dimana Yamato Life Insurance telah mengajukan permohonan proteksi kebangkrutan.
Pemerintah Jepang mengatakan tidak dapat dielakkan lagi kemerosotan itu akan berdampak pada perekonomian dalam negeri.
Harga-harga saham di seluruh dunia anjlok dalam dua minggu terakhir sejak ambruknya Lehman Brothers di Amerika yang semakin menyoroti pinjaman kredit rumah bermasalah di Amerika.
Bursa saham Amerika mengalami kemerosotan besar lagi pada hari Jumat --kemerosotan hari kedelapan berturut-turut-- sementara para investor dengan cemas menantikan hasil pertemuan para menteri keuangan dunia di akhir pekan ini.
Ada kekuatiran akan pasar kredit yang mandeg dan kemungkinan resesi global, dan para investor berharap pertemuan para menteri keuangan di Washington akan menyepakati tindakan yang cepat dan menentukan dalam memulihkan stabilitas di pasar keuangan.
Presiden Bush mengatakan, penting sekali ada respons yang terkoordinir.
Kata Bush, kemerosotan pasar saham didorong oleh kekuatiran dan ketidak pastian.







