OECD : rencana kompensasi harga BBM akan berdampak merugikan

Diperbaharui October 11, 2008 13:24:21


Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperingatkan pemerintah Australia bahwa ada kelemahan dalam rencana program penurunan gas rumah kaca Australia.

Laporan OECD mengenai Australia memperingatkan pemerintah bahwa rencananya untuk mengkompensasi harga bahan bakar yang lebih tinggi akibat rencana perdagangan emisi justru akan berdampak merugikan.

Juga dikatakan, mensubsidi kendaraan berat, biaya energi bahan bakar bagi sektor perikanan dan pertanian merupakan suatu disinsentif --atau kebalikan dari insentif-- bagi perbaikan efisiensi energi.

Dan, katanya, untuk menghindari lebih tingginya biaya pengurangan gas rumahkaca, Australia seyogyanya tidak membiarkan emisinya turun terlalu cepat di awal-awal.

OECD juga mengimbau Australia agar memasang harga lebih tinggi bagi sumberdaya alamnya seperti batubara.

Dikatakan, hal itu adil dan tambahan pemasukan itu bisa digunakan untuk mengurangi pajak-pajak yang lain.

OECD juga mengatakan, rencana industri mobil yang biayanya 2-setengah milyar dollar boleh jadi bukanlah cara terbaik penggunaan dana tersebut, mengingat rendahnya tingkat pengangguran di Australia.