PM Thailan minta maaf kepada masyarakat
Diperbaharui
Perdana Menteri Thailan, Somchai Wongsawat, menyampaikan permintaan maaf kepada segenap masyarakat atas peristiwa berdarah Selasa lalu, dalam mana 2 orang tewas dan ratusan luka-luka dalam bentrokan antara aparat polisi dan demonstran di depan gedung Parlemen di Bangkok.
Dalam pidato singkat yang disiarkan secara sentral melalui televisi itu, Perdana Menteri Somchai mengimbau rakyat Thailan agar perbedaan pandangan yang ada diselesaikan secara persaudaraan.
Aksi kekerasan dikhawatirkan akan bertambah gawat dengan munculnya unjukrasa oleh ribuan warga pendukung Pemerintah akhir pekan lalu.
Kendati berjanji akan menjauhkan diri dari demonstran anti-Pemerintah, namun dalam peristiwa awal September lalu, seorang pengunjukrasa tewas dalam baku hantam sengit antara para demonstran pendukung dan penentang Pemerintah.
Perdana Menteri Somchai Wongsawat juga meminta kepada para demonstran yang -- sudah hampir 2-bulan ini -- menduduki Kantor Pusat Pemerintahan di Bangkok agar meninggalkan kompleks tersebut.
Tekanan terhadap Perdana Menteri Somchai sendiri agar mengundurkan diri juga semakin kuat, padahal belum sebulan ia memangku jabatan tersebut.
Peletakan jabatan -- kata Perdana Menteri Somchai -- tidak akan dapat menyelesaikan krisis politik yang telah berkepanjangan selama 4-bulan-lebih di Thailan.







