Fonseka diadili, polisi Sri Lanka bubarkan unjuk rasa pendukungnya

Diperbaharui March 17, 2010 12:23:54


Ratusan pendukung pemimpin oposisi Sri Lanka, Sarath Fonseka, menggelar protes dekat Kolombo, sementara mantan jenderal itu tampil di depan mahkamah militer.

Fonseka dituduh melakukan kegiatan politik selagi masih dalam militer.

Pemerintah Sri Lanka menuduhnya berencana melancarkan kudeta militer dan upaya asasinasi Presiden Mahinda Rajapakse.

Ia membantah tuduhan itu dan menyebutnya bermotivasi politik.

Jenderal Fonseka ditahan tidak lama setelah kalah oleh Presiden Rajapakse dalam pilpres belum lama ini.

Ia menjabat sebagai panglima militer Sri Lanka sewaktu Harimau Tamil dikalahkan tahun lalu, tapi kemudian berselisih dengan Presiden Rajapakse mengenai siapa yang berhak mengklaim berjasa atas kemenangan itu.

Penyidangannya berlangsung di bawah penjagaan ketat, dan wartawan dilarang mengikuti jalannya sidang.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan pendukung Fonseka yang menggelar unjuk rasa di Panadura, dan menahan 10 orang.