Ramos-Horta : Indonesia masih perlu minta maaf

Diperbaharui March 17, 2010 12:23:54


Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, mengatakan Indonesia masih perlu meminta maaf atas pendudukan brutal negara itu, kendati hubungan antara kedua negara telah membaik.

Timor Leste memperoleh kemerdekaan resmi di tahun 2002, setelah dianeksasi Indonesia selama 24 tahun.

Ramos Horta menentang pembentukan suatu mahkamah internasional bagi kejahatan yang dilakukan semasa Timor Timur berada di bawah pemerintahan Indonesia antara tahun 1975 dan 1999.

Akan tetapi dalam kunjungan ke Jepang, Ramos Horta mengatakan, satu-satunya yang masih belum ada adalah pernyataan maaf.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyampaikan maaf sewaktu mengunjungi Timor Leste di tahun 2000, tapi pemimpin-pemimpin berikutnya tidak sampai menyampaikan maaf, hanya mengutarakan penyesalan.

Di tahun 2008, komisi rekonsiliasi mendapati TNI melakukan pelanggaran HAM besar-besaran, tapi tidak merekomendasi dilakukannya penyidangan atau penahanan lebih lanjut.