Adakah muatan politis dibalik perubahan kurikulum di Indonesia?

Adakah muatan politis dibalik perubahan kurikulum di Indonesia?

Adakah muatan politis dibalik perubahan kurikulum di Indonesia?

Terbit 12 February 2013, 14:06 AEST

Menurut pengamat pendidikan, Retno Listiyarti perubahan kurikulum yang dicanangkan pemerintah sarat akan adanya muatan politis.

Pemerintah Indonesia kembali mengubah kurikulum pendidikan. Mulai pekan ini, pemerintah mulai mengimplementasikan kurikulum baru, yang disebut kurikulum 2013. Kurikulum ini menggantikan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (TSP), yang sudah diterapkan sejak tahun 2006 lalu,

Kurikulum TSP menurut pengamat pendidikan, Retno Listiyarti, sebenarnya sudah cukup mengakomodir kebutuhan sekolah-sekolah di Indonesia.

"Kurikulum TSP sebenarnya sangat Indonesia sekali, karena memungkinkan tiap-tiap sekolah dari Aceh hingga Papua untuk memiliki kurikulum sendiri-sendiri. Masalahnya adalah tidak ada pelatihan yang diberikan pemerintah kepada guru-guru, " jelasnya.

Retno menyayangkan perubahan kurikulum ini dan khawatir jika perubahan ini hanyalah sekedar dokumen semata.

"Persoalan dalam pendidikan di Indonesia ini jawabannya bukan mengganti kurikulum, tetapi adalah membenahi guru dan 'pabrik-pabrik' guru. Mestinya pemerintah membenahi itu dulu," tegas Retno.

Menanggapi soal perubahan kurikulum 2013, Retno memiliki pandangan lain. Menurutnya, pergantian kurikulum bukanlah jawaban atas masalah pendidikan di Indonesia. Selain itu, itu menduga adanya politisasi soal perubahan kurikulum ini.

"Pertama, ada politisasi anggaran, ada kepentingan 2014 karena akan ada pemilihan umum. Dimana dibutuhkan biaya besar untuk pemilu. Makanya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kami nilai, membuat buku adalah target mereka."

"Jadi ini sebenarnya adalah proyek. Membuat buku itu tidak bisa dilakukan kalau tidak mengganti kurikulum. Sementara pada tahun 2008, pemerintah menggunakan dana APBN membeli hak cipta buku untuk 15 tahun. Tetapi progam baru berjalan 4 tahun, uang negara sudah terbuang-buang, dan sekarang ingin mengganti kurikulum."

Simak wawancara selengkapnya melalui audio yang telah disiapkan.

Kontributor

Erwin Renaldi

Erwin Renaldi

Produser

Dikenal sebagai presenter, Erwin juga memproduksi sejumlah video untuk website dan TV di Indonesia. Ia bergabung ABC sejak pertengahan tahun 2011.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.