Apakah Indonesia enggan bekerja sama dengan Australia?

Apakah Indonesia enggan bekerja sama dengan Australia?

Apakah Indonesia enggan bekerja sama dengan Australia?

Diperbaharui 2 July 2012, 17:08 AEST

Dinamika hubungan Indonesia dan Australia akan  sangat tergantung terhadap siapa yang menjadi pemimpin kedua negara.

Demikian dilontarkan oleh Ken Ward, pengamat Indonesia menyangkut masa depan hubungan bilateral kedua negara menyusul kedatangan SBY ke Darwin hari Senin sore.

Pada masa pemerintahan Suharto, menurut Ward ,hampir tidak ada pemimpin Indonesia yang berkunjung ke Australia karena merasa tidak nyaman dengan sikap politisi Australia. Baru sejak Abdurrahman Wahid berkuasa sebagai presiden, ia melakukan kunjungan ke Australia sebanyak empat kali.

Ward mengakui bahwa ada perbedaan budaya politisi Indonesia dan Australia. Politisi Indonesia dinilainya cukup santun, sementara politisi Australia terang-terangan menyerang pihak yang beroposisi. Hal ini seringkali menimbulkan salah-paham hubungan kedua negara karena perbedaan budaya. Politisi Australia seringkali  berkomentara dengan menganggap orang luar adalah pihak yang beroposisi dan layak diserang.

Berikut ww rekan Dian Islamiati Fartwa dengan pengamat Indonesia, Ken Ward

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.