Australia semakin anggap penting keberadaan Indonesia

Australia semakin anggap penting keberadaan Indonesia

Australia semakin anggap penting keberadaan Indonesia

Diperbaharui 5 December 2012, 16:07 AEDT

Banyak yang lupa, atau bahkan tidak tahu, bahwa dari sisi ekonomi, Indonesia lebih maju dari Australia. Hal ini ditegaskan oleh Joe Coman, mantan kepala Siaran Radio Australia Bahasa Indonesia yang kini berkerja di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Joe Coman, pernah menjadi pimpinan Radio Australia Siaran Bahasa Indonesia, saat dikenal dengan nama RASI, dan mengudara dari Sabang sampai Merauke melalui gelombang pendek.

Oleh rekan-rekan di Tim Indonesia, ia dijuluki dengan sebutan Bung Joko agar terkesan lebih Indonesia.

Sepak terjangnya  'Bung Joko' diawali dengan bekerja di Radio Nederland di Hilversum, kemudian ke Melbourne, Canberra, hingga akhirnya mendapat jabatan penting berkaitan kebijakan di Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Kepada Radio Australia, Bung Joko menuturkan kembali seluk beluk bagaimana ia sangat fasih berbahasa Indonesia.

"Kebetulan saat itu saya tentara, jadi belajar bahasa Indonesia. Saat itu juga Australia takut dengan Indonesia, jadi harus mengahdapi Indonesia tidak hanya dengan senapan, tetapi juga dengan bahasa," kata Joe.

Joe bergabung dengan RASI tahun 1970 dan sempat bertugas di Jakarta selama dua tahun.

"Pada tahun 80-an, pemerintah Indonesia tidak lagi mengundang wartawan dari Australia untuk menetap di Indonesia, sehingga kantor kami ditutup."

Selama orde baru, pengawasan terhadap industri media dibawah pimpinan Presiden Suharto sangat ketat.

"Sebenarnya betapa pentingnya berita yang jujur saat itu, karenanya warga Indonesia mengira siaran dari Radio Australia tidak berpihak, dapat diandalkan, bisa dipercaya, dan bukan milik pemerintah Indonesia."

Hubungan Australia dan Indonesia

Berbicara soal masa depan hubungan Indonesia dan Australia sebagai negara tetangga terdekat, menurut Joe, sulit untuk menentukan apa yang harus dilakukan untuk mempererat hubungan.

"Jumlah bantuan pemerintah Australia ke Indonesia adalah yang paling besar, hubungan antar diplomat cukup bagus antar pemerintah. Kunjungan pejabat pemerintahan, bahkan hingga tingkat pemimpin juga sering dilakukan."

Meski demikian, Indonesia masih tetap dianggap penting oleh Australia karena kemajuan luar biasa yang telah dicapai Indonesia.

"Sering kita lupa Indonesia lebih maju dari Australia dari segi pertumbuhan ekonomi, Indonesia meningkat hingga 7%, sehingga Indonesia menjadi penting bagi Indonesia."

Simak wawancara selengkapnya bersama Nuim Khaiyath dalam audio yang telah disediakan.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.