Balita menderita obesitas di Indonesia mencapai 14%

Balita menderita obesitas di Indonesia mencapai 14%

Balita menderita obesitas di Indonesia mencapai 14%

Diperbaharui 21 May 2012, 15:20 AEST

Pemenuhan gizi yang berimbang kini menjadi persoalan tidak hanya di negara maju yakni dengan  munculnya kegemukan atau obesitas, namun juga di negara berkembang seperti di Indonesia.

Kemiskinan tidak hanya sebabkan kekurangan gizi, tapi juga obesitas di kalangan balita.

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2010 mencatat kelompok usia di atas 15 tahun mengalami masalah kegemukan, bahkan mencapai 19 persen.

Sementara di kelompok usia balita, atau di bawah lima tahun, pun menderita gizi buruk mencapai 14 persen.

Bahkan pada keluarga miskin, menurut dr. Sudirman Nasir pengajar Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin, bisa dijumpai seorang anak yang kekurangan gizi namun mengalami kegemukan.  

Di Australia, guru-guru mencatat anak didik mereka yang mengalami kelebihan berat badan dan kegemukan. Pihak sekolah memanggil orang-tua murid serta memberi pendampingan kepada orang-tua agar anak mendapatkan gizi yang berimbang. Bahkan pihak sekolah juga menyediakan kounseling kepada keluarga yang anggotanya mengalami mengalami kegemukan.

Berikut wawancara Dian Islamiati Fatwa bersama dr. Sudirman Nasir pengasuh tetap rubrik kesehatan mengenai penanganan kelebihan berat badan di Australia serta saran untuk membantu anak-anak yang mengalami kelebihan berat badan.


 

Kontributor

Dian Islamiati Fatwa

Dian Islamiati Fatwa

Produser

Karir Dian di dunia jurnalistik dan penyiaran dimulai sejak tahun 1992.

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.