Budaya jadi kunci hubungan Indonesia dan Australia di masa depan

Budaya jadi kunci hubungan Indonesia dan Australia di masa depan

Budaya jadi kunci hubungan Indonesia dan Australia di masa depan

Diperbaharui 13 December 2012, 17:06 AEDT

Usia mereka rata-rata masih dibawah 25 tahun, tetapi mereka sudah mencoba untuk saling mengenal dua budaya yang berbeda. Melalui Program Pertukaran Pemuda Australia dan Indonesia (AIYEP) mereka juga saling bertukar ide dan pendapat mengenai masa depan Indonesia dan Australia.

Cordell, Amy, Daniel, dan Michelle mengikuti program pertukaran pemuda, dimana mereka berkesempatan langsung mempelajari dua budaya di Indonesia dan Australia.

Keempatnya ditemui saat sedang bersama anggota Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) lainnya saat sedang berlatih kesenian.

Program ini tentunya tidak saja untuk lebih mengenal budaya lain, tetapi untuk lebih meningkatkan hubungan antara Australia dan Indonesia.

Melalui program pertukaran ini, para anggota AIYEP diharapkan dapat semakin memperkuat kerjasama diantara kedua negara dengan mempelajari berbagai masalah yang sama-sama dipelajari.

Setelah mereka saling mengenal di Melbourne, para pemuda dari dua negara ini akan berkunjung ke Jogjakarta.

Lantas apa saja yang menurut mereka perlui diperbaiki di masa depan agar hubungan kerjasama Australia dan Indonesia semakin erat?

Pentingnya lebih promosikan pop culture Indonesia

Nama lengkapnya adalah Cordell Ryan. Ia berpendapat bahwa sebagai negara terdekat Australia, Indonesia tidak bisa dilupakan begitu saja.

"Indonesia adalah negara yang luas, kaya, dan sangat beragam," ujarnya, saat ditanya soal kesan yang didapatkan dari Indonesia.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana agar generasi muda Australia lebih mau mengenal lagi Indoensia.

"Kalau kita bisa promosikan pop culture dari Indonesia, seperti melalui musik dan film, maka generasi muda akan lebih tertarik untuk mempelajari Indonesia," tegasnya.

Australia harus prioritaskan hubungan dengan negara tetangga, terutama Indonesia

Amy Keough telah mempelajari soal hubungan Indonesia dan Australia di sekolahnya. Ia pun salah satu anggota dari asosiasi hubungan Indonesia dan Indonesia.

"Yang perlu diperhatikan dari kedua negara adalah soal memperluas koneksi, mendapatkan lebih banyak informasi, dan saling memberikan inspirasi diantara kedua negara," kata Amy.

Ia juga menilai selama ini pengetahuan soal Indonesia masih sebatas soal bahasa dan budaya, itu pun juga hanya di bangku sekolah dan sedikit minatnya untuk mempelajari lebih jauh.

"Saya rasa Australia harus memprioritaskan hubungan dengan negara tetangga, terutama karena sekarang indonesia sudah maju," tegasnya.

Soal salah pengertian diantara kedua negara.

Michelle Anggia berkunjung  selama dua bulan di Australia. Pada awalnya ia mengatakan ada semacam streotyping mengenai orang australia.

Ia sempat beranggapan bahwa warga Australia adalah sangat individual.

"Tapi terrnyata anggapan ini salah besar, karena saya justru mendapatkan teman-teman yang baik dan orang tua angkat yang baik juga," aku Michelle.

Menurutnya lagi, salah pengertian ini lazim saja terjadi jika kita tidak mengenal mereka secara langsung, termasuk dalam penggunaan bahasa yang bisa salah arti. Karenanya, Michelle berpendapat sangatlah penting bagi anak muda Indonesia untuk mempelajari bahasa dan budaya bangsa lain.

Perbaiki hubungan kerjasama lewat budaya

Daniel Brooks sudah dua kali berkunjung ke Indonesia. Pada awalnya ia pergi ke Malang untuk belajar bahasa Indonesia.

"Jika dibandingkan, Australia tidak terlalu memiliki budaya yang khas, semuanya hanya budaya modern, tak ada lagu atau kostum beragam, seperti di Indonesia," ujar Daniel.

Daniel berpendat melalui budaya, hubungan antara Indonesia dan Australia diharapkan dapat ditingkatkan. Selain itu, ada keuntungan tersendiri dengan mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

"Belajar bahasa indonesia akan ada benefitnya, karena bukan saja agar bisa berbincang dan merasa lebih dekat dengan orang Indonesia, tapi terutama kalau warga Australia ingin bekerja di Indonesia yang sedang berkembang pesat."

Ikuti cerita dan pengalaman seru keduanya melalui audio yang telah disediakan berikut ini.

 

Hubungi studio Radio Australia

Ingin mengirimkan opini Anda mengenai acara radio kami?

Pesan singkat
Kirimkan SMS ke +61 427 72 72 72

Pasokan tweet
Tambahkan hastag (tanda pagar) #RAOnAir untuk bergabung dalam percakapan Radio Australia.

Email
Kirimkan opini Anda melalui email. Pesan Anda bisa kami gunakan ketika siaran.